Testimoni Kapt Dwi Cahyadi Seusai Menerbangkan T-50i Golden Eagle

Pythag Kurniati    •    Minggu, 20 Dec 2015 15:18 WIB
pesawat jatuh
Testimoni Kapt Dwi Cahyadi Seusai Menerbangkan T-50i Golden Eagle
Kapten Pnb Dwi Cahyadi saat dilantik di Lanud Adi Soemarmo sebagai penerbang solo T-50i Golden Eagle. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Boyolali: Indonesia kembali kehilangan dua putra terbaiknya. Dua perwira TNI AU gugur saat terbang dengan pesawat T-50i Golden Eagle di Yogyakarta. Mereka adalah Kapten Pnb Dwi Cahyadi dan Letkol Pnb Marda Sarjono.

Kapten Pnb Dwi Cahyadi merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 2005. Pria kelahiran 6 Juli 1984 itu juga adalah alumni sekolah penerbang angkatan 74. Kapt Dwi lulus sebagai penerbang Solo T-50i Golden Eagle di Pangkalan TNI AU Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, pada 11 April 2014.

Kala itu, pelantikan Kapt Dwi digelar di Lanud Adi Soemarmo, karena Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur sedang dalam proses perbaikan. Usai dilantik oleh komandan Lanud Iswahyudi saat itu, Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, Kapten Dwi sempat memberikan pesan dan kesan.

Kapten Pnb Dwi Cahyadi mengatakan sebagai TNI harus solid. Dirinya juga memaparkan menjadi penerbang Solo T-50i Golden Eagle buatan Korea Selatan adalah amanah yang besar. Sebab 16 pesawat tersebut diamanahkan untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Berikut kutipan pernyataan Kapten Pnb Dwi Cahyadi sesaat usai dilantik menjadi penerbang Solo T-50i di Lanud Adisoemarmo tahun 2014.

Kami sebagai TNI harus solid berkewajiban terhadap rakyat Indonesia karena kami diamanahi 16 pesawat T-50i dari Korea Selatan. Jadi kami harus mengawali, memelihara dan menggunakan sebaik-baiknya. Kami akan gunakan sesuai bidang yakni tempur taktis dan strategis. Kalau tempur taktis seperti misalnya memantau imigran atau penyelundupan orang-orang di kapal, kami akan lakukan patroli laut. Dengan kecepatan pesawat hal itu memungkinkan.

Tempur strategis, misalnya dalam serangan udara langsung dalam misi peperangan, kita punya target-target objek vital. Kita maju ke objek vital, seperti landasan udara, menangkis serangan udara. Kemudan menghancurkan depo logistik. Namun dalam masa damai ini kami akan tetap memelihara, menjaga dan melaksanakan tugas kami sampai pesawat ini masanya habis.


Senyumnya mengembang usai menjelaskan pengalamannya dengan pesawat T-50i Golden Eagle.

Minggu, 20 Desember 2015, Kapt Dwi dan Letkol Pnb Marda Sarjono mengawaki T-50i Golden Eagle dalam atraksi Gebyar Dirgantara di kompleks Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Keduanya meninggal setelah pesawat tersebut jatuh ke halaman timur saat melakukan akrobatik dan terbang rendah.


(SAN)