PWNU Jabar Sayangkan Bentrok Aliansi Masyarakat Purwakarta dan FPI

Antara    •    Minggu, 20 Dec 2015 17:34 WIB
fpi
PWNU Jabar Sayangkan Bentrok Aliansi Masyarakat Purwakarta dan FPI
Ketum FPI Rizieq Syihab saat berdemo menolak Ahok----MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Bandung: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menyayangkan bentrok dua kubu yakni Aliansi Masyarakat Purwakarta dan Front Pembela Islam di Jalan Raya Veteran,
Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (19/12/2015).

"Kami menilai kejadian itu bukan insiden dadakan, melainkan sudah ada latar belakang sebelumnya. Kami menyesalkan kejadian seperti ini. Karena ini bukan kejadian spontan maka pihak polisi sepertinya tidak punya kepekaan," kata Wakil Ketua PWNU Jawa Barat, Kiagus Zaenal Mubarok, Minggu (20/12/2015).

Pihaknya menilai, kepolisian seolah-olah tidak tahu massa mana yang harus diutamakan, kepentingan umum atau kepentingan kelompok kecil FPI. "Peristiwa kericuhan di Purwakarta membuktikan aparat kepolisian belum
melihat kepentingan bersama. Harusnya polisi bisa langsung mencegah kejadian tersebut," kata dia.

Sebelumnya bentrokan dua kubu yakni Aliansi Masyarakat Purwakarta dengan Front Pembela Islam, pecah di Jalan Raya Veteran, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (19/12/2015). Peristiwa itu terjadi saat rombongan FPI hendak menghadiri acara tablig akbar yang dihadiri Ketua Umum FPI Rizieq Syihab berpapasan dengan rombongan dari kelompok masyarakat Purwakarta.

Saat itu, kedua massa tengah konvoi. Kedua kelompok terlibat saling lempar batu. Bahkan salah seorang dari massa FPI mengalami luka di bagian dahi.

Rizieq datang ke Purwakarta untuk melantik pengurus FPI Purwakarta, sekaligus mengisi ceramah agama. Bentrokan itu sempat mengagetkan masyarakat setempat. Sebab, selain saling melempar batu, kedua massa itu juga saling mengacung-acungkan senjata tajam.

Peristiwa bentrokan itu sendiri merupakan buntut dari 'konflik' antara Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan Rizieq Syihab terkait kasus salam sunda "Sampurasun" yang sempat dipelesetkan oleh Rizieq menjadi "Campuracun".

 


(TTD)