MA Diminta Segera Putuskan Soal Nasib Pilkada Kalteng

Misbahol Munir    •    Minggu, 20 Dec 2015 20:27 WIB
pilkada serentak
MA Diminta Segera Putuskan Soal Nasib Pilkada Kalteng
Ilustrasi pilkada,--Foto: Dok/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: KPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung terkait putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta mengenai pasangan Ujang Iskandar dan Jawawi sebagai pasangan calon gubernur di Pilkada Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sah. Putusan PT TUN Jakarta juga meminta KPU mencabut keputusan pencoretan pasangan calon tersebut.

Langkah KPU yang mengajukan kasasi ke MA membuat ketidakpastian hukum tentang Pilkada Kalteng. Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Haryadi mengatakan, demi menghadirkan kepastian hukum dan menjaga suasana kondusif di Kalteng, MA disarankan segera memutuskan masalah tersebut. Sehingga Pilkada Provinsi Kalteng bisa segera diselenggarakan.

"MA agar segera bersidang dan putuskan. Harapannya selesai akhir tahun ini, atau paling lambat minggu pertama atau kedua Januari, sehingga untuk level provinsi ketika tanggal 15 januari selesai, maka ketika KPU dalam siapkan logistik butuh 21 hari,  akhir Februari proses pemilihannya sudah bisa berlangsung," ujar Haryadi, Minggu (20/12/2015).

Menurut dia, jika putusan MA bisa cepat, kalau kemudian nanti ada gugatan, dan butuh waktu dua minggu, semuanya sudah bisa tuntas pada April 2016 sudah tuntas. Asumsinya, selama tidak melampaui Juni 2016 maka tidak ada masalah dari segi hukum.

Haryadi mengatakan, akan lebih efektif jika setelah keluarnya putusan PT TUN bisa langsung dieksekusi. Tapi faktanya KPU mengajukan kasasi meskipun bukan sebagai pihak yang dirugikan. Dengan posisi KPU telah mengajukan kasasi, saat ini tinggal mmenunggu putusan dari MA.

"Apapun keputusannya, itu pasti punya implikasi politik bagi calon yang berkompetisi. Ada yang diuntungkan kalau pasangat itu dinyatakan sah sebagaimana putusan PT TUN, dan ada yang diuntungkan juga ketika ternyata putusan MA seperti materi keputusan KPU," katanya.

Ia menambahkan, "Tapi di luar siapa yang diuntungkan, rakyat sebagai pemilih tentu lebih diuntungkan jika pasangan Ujang-Jawawi karena menjadi ada alternatif lebih yakni ada tiga pasang calon."

Apalagi, secara psikologis memang pasangan Ujang-Jawawi sudah pernah dinyatakan lolos sebelum kemudian dianulir oleh KPU berdasarkan rekomendasi Dewan Kehormatan Pemilihan Umum (DKPP).

Seperti diketahui, legalitas pasangan Ujang-Jawawi sebagai pasangan calon dengan nomor urut satu digugat oleh pasangan nomor urut tiga yakni Sugianto Sabron-Said Ismail. Gugatan itu dipicu adanya dua rekomendasi yang dikeluarkan oleh PPP, yakni satu rekomendasi untuk pasangan Ujang-Jawawi, satu lagi yakni PPP kubu Djan Faridz mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Sugianto-Said.

Adapun pasangan satu lagi yakni nomor urut dua adalah calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni Willy M Yoseph-HM Wahyudi K Anwar (Willy-Wahyudi).


(MBM)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA