Menteri Puan Ajak Perempuan Indonesia Bangkit

K. Yudha Wirakusuma    •    Senin, 21 Dec 2015 05:05 WIB
puan maharani
Menteri Puan Ajak Perempuan Indonesia Bangkit
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah) pada puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke-67 di Kupang, NTT Minggu (20/12). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Metrotvnews.com, Jakarta: Perempuan terutama kaum ibu dan anak-anak dinilai masih rentan dari pelbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, stigma dan perlakuan diskriminatif lainnya. Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) memiliki komitmen dengan isu perlindungan perempuan dan anak.

"Sikap dan komitmen pemerintah bersungguh-sungguh dan serius menempatkan isu perempuan dan anak sebagai salah satu prioritas pembangunan," kata ‎Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, dalam acara puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2015 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (20/12/2015). Tema HKSN tahun ini adalah ”Ayo Kerja Bersama Membangun Indonesia Sejahtera”.

Selain itu, Puan menegaskan, sangat penting juga untuk menjamin adanya perlindungan kepada perempuan dan anak dari berbagai ancaman kekerasan. Pemerintah, lanjut Puan, telah melahirkan perbagai aturan dan melakukan penguatan lembaga untuk mencegah dan melindgi perempuan dan anak.

"Oleh karena itu, selain pemerintah pusat, komitmen pemerintah daerah juga harus ada untuk mengintegrasikan isu gender, pemberdayaan perempuan dan anak dalam kerangka pembangunan daerah," tutur dia.

Di samping itu, Puan mengajak perempuan-perempuan Indonesia untuk bangkit. Keberadaan dan peran perempuan, lanjut Puan, sangat strategis dalam pembangunan dan sebagai bagian integral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Nilai-nilai kesetiakawanan sosial di Indonesia belum sirna meski ada kecenderungan memudar. Oleh karena itu perlu digali, ditingkatkan dan dikuatkan kembali," kata Puan.

Puan menekankan pentingnya membangun dan meningkatkan rasa solidaritas sosial. Menurut dia, solidaritas sosial, toleransi dan tenggang rasa dibutuhkan untuk membangun kebersamaan di antara sesama anak bangsa yang sedang kesulitan, misalnya terkena bencana alam.

Semangat kesetiakawanan dan gotong royong, jelas dia, harus terus digelorakan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dua hal itu, kata Puan, sejalan dengan semangat Gerakan Revolusi Mental yang kembali digelorakan pemerintahan Jokowi-JK.

"Mulai hari ini kita perkuat semangat gotong royong. Ikut mengambil peran, tanggung jawab, bekerja, membangun dan menjaga kebhineka tunggal ika-an Indonesia," ujar Puan. Apabila itu dilakukan, lanjut Puan, maka Indonesia akan berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial-budaya.

Dalam kesempatan itu, Puan juga menekankan pentingnya seluruh anak bangsa menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif. Pernyataan itu disampaikan Puan terkait Peringatan Hari Ibu ke-87 yang juga digelar bersamaan dengan HKSN.


(OGI)