Pilkada Surabaya 2015

Partisipasi Pilkada di Pasuruan Tertinggi, Terendah di Surabaya

Amaluddin    •    Senin, 21 Dec 2015 11:47 WIB
pilkada serentak
Partisipasi Pilkada di Pasuruan Tertinggi, Terendah di Surabaya
Pasangan Risma-Whisnu dalam Pilkada Surabaya. (Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Rapat pleno terbuka rekapitulasi surat suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur telah selesai sejak sejak 17 Desember. Berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah partisipasi pemilih tertinggi di Jatim adalah Kota Pasuruan, yakni 79,61 persen. Sedangkan Kota Surabaya terendah, yakni 51,34 persen.

Jumlah partisipasi di daerah-daerah di Jatim sangat jauh dari target KPU RI, yakni 77,5 persen. Dari 19 daerah di Kabupaten/Kota yang menggelar Pilkada serentak 2015, hanya Kota Pasuruan yang melebihi target nasional.

"Tingkat partisipasi tertinggi Kota Pasuruan, sedangkan terendah Kota Surabaya," kata Komisioner KPU Jawa Timur, Choirul Anam, kepada Metrotvnews.com, Senin (21/12/2015).

Padahal, kata Anam, tingkat akseptablitas pasangan incumbent, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana cukup tinggi. Hal ini diketahui dari perolehan suara pasangan Risma-Whisnu mencapai 86,34 persen.

"Sementara paslon di daerah-daerah lainnya rata-rata perolehan suaranya tinggi, tapi tak sebanding dengan tingkat partisipasi pemilih," terangnya. 

Anam mencontohkan, partisipasi pemilih tertinggi yang diraih Kota Pasuruan mencapai 79,61 persen, sedangkan perolehan suara terbanyak paslon hanya 55,51 persen.

"Berbeda dengan Pilkada Surabaya, pasangan Risma-Whisnu memproleh suara sebesar 86,34 persen. Sementara partisipasi pemilih hanya 51,34 persen dari jumlah DPT, yakni 2.034.307 pemilih," katanya.

Sementara itu, selain Kota Pasuruan, daerah yang memiliki partisipasi pemilih adalah Kabupaten Ngawi 74,39 persen, kemudian disusul Kabupaten Ponorogo 73,87 persen, Kota Blitar 70,87 persen dan Kabupaten Gresik 70,1 persen.

"Kalau dirata-rata kan, tingkat partisipasi pemilih hanya 60 persen. Padahal target kita bisa mencapai 77,5 persen," kata pria yang juga mantan komisioner KPU Kota Surabaya ini.

Rendahnya tingkat partisipasi pemilih ini, kata Anam, akan menjadi catatan bagi KPU Jatim untuk dievaluasi agar pelaksanaan pilkada serentak pada tahun 2017 partisipasi pemilih bisa lebih baik. "Ini PR kami untuk kedepannya," tandasnya.


(MEL)

Surat Novanto Tak akan Pengaruhi Sidang MKD

Surat Novanto Tak akan Pengaruhi Sidang MKD

27 minutes Ago

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad melalui sambungan telepon mengatakan be…

BERITA LAINNYA