Korea Selatan Belum Terlibat Penyelidikan T-50i Golden Eagle

ant    •    Senin, 21 Dec 2015 13:02 WIB
pesawat jatuh
Korea Selatan Belum Terlibat Penyelidikan T-50i Golden Eagle
Bagian pesawat yang diduga bangkai T-50 Golden Eagle yang jatuh saat aerobatik Gebyar Dirgantara Yogyakarta. (Metrotvnews.com/TNI AU)

Metrotvnews.com, Madiun: TNI Angkatan Udara mulai menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle di Yogyakarta. Namun, TNI AU belum melibatkan Korea Selatan selaku produsen pesawat berkemampuan setara F-16 itu.

Hal itu ditegaskan oleh Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II, Marsekal Muda TNI Dody Trisunu, di Madiun, Jawa Timur, Senin 21 Desember 2015. Dia menegaskan TNI AU masih melakukan penyelidikan internal. 

"Soal nanti lain-lain, termasuk meminta advise dari Korea Selatan, itu belum tahu," ujar Dody, seusai menjadi Inspektur Upacara pemakaman militer jenazah Letkol Pnb Marda Sarjono di TMP Kota Madiun, dikutip Antara.

Menurut dia, belum dilibatkannya pihak Korea Selatan karena itu sesuai prosedur. Proses investigasi hanya dilakukan internal TNI AU. "Tidak ada pihak lain," tegas Dody.

Ia belum dapat menjelaskan penyebab kecelakaan pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle tersebut. Tim yang ditunjuk masih bekerja, dan proses investigasi masih berlangsung. "Termasuk juga memastikan hal tidak ataupun belum sempat digunakannya kursi pelontar oleh para pilot dalam peristiwa tersebut," terangnya.

Pesawat T-50i Golden Eagle dibuat Korean Aersospace Industries (KAI). Kementerian Pertahanan memesan 16 pesawat itu untuk TNI AU. Tambahan 16 alutsista dikirim secara bertahap mulai September 2013 hingga akhir 2014. 

Home base T-50i Golden Eagle di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Magetan. Pesawat T-50i Golden Eagle menggantikan pesawat Hawk MK-53 yang dibeli pemerintah pada tahun 1980-an dan mayoritas sudah tua.

Dody Trisunu memastikan 15 pesawat T-50i Golden Eagle yang tersisa masih tetap akan digunakan. Hanya saja pihaknya belum tahu apakah pengoperasiannya menunggu tim investigasi selesai atau tidak. "Pesawat itu (T-501 Golden Eagle) masih dipakai. Itu pesawat baru dan semuanya laik jalan," katanya.

Seperti diketahui, satu pesawat latih tempur T-50i Golgen Eagle jatuh saat bermanuver di udara Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu 20 Desember 2015.  Peristiwa itu menewaskan kedua pilotnya, yakni Letkol Pnb Marda Sarjono dan Kapten Pnb Dwi Cahyono. Adapun, Letkol Marda Sarjono dimakamkan di Kota Madiun, sedangkan Dwi Cahyono dimakamkan di Sleman, Yogyakarta.


(SAN)