Polisi Pastikan Kantor Ahok Steril dari Demo Sopir Metromini

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 21 Dec 2015 13:15 WIB
metromini
Polisi Pastikan Kantor Ahok Steril dari Demo Sopir Metromini
Ilustrasi sopir Metromini mogok operasi (Foto: MI/Safir Makki)

Metrotvnews.com, Jakarta:  Balai Kota dipastikan tidak akan menjadi sasaran demo sopir Metromini hari ini. Polres Jakarta Pusat memastikan hingga saat ini belum permohonan izin melakukan aksi di depan kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
 
"Tidak ada info demo di sini (Balai Kota). Hanya ada permohonan izin aksi di Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) oleh GMB," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015).
 
Beredar kabar, ada sekitar 75 sopir yang datang beserta bus Metromini dari Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan menuju Balai Kota. Kendati demikian, pihak kepolisian juga menginfokan tidak akan ada demo di depan Balai Kota baik hari ini maupun esok hari. "Besok juga tidak ada informasi demo sopir Metromini," singkat dia.
 
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menanggapi santai terkait kabar unjuk rasa itu. Andri memperingatkan sopir Metromini tidak membuat macet jalanan dengan memarkirkan puluhan Metromini
 
"Mending bus dibawa ke bengkel, diperbaiki. Jangan mogok di depan Balai Kota, nanti kami derek," kata Andri.
 
Andri mengaku sudah bertemu dengan petinggi Metromini. Namun, yang ditemukan masih seputar masalah internal antara dua orang yang mengaku sebagai Direktur Utama PT Metromini.
 
Tidak jelasnya sistem pengelolaan Metromini membuat sistem Rupiah per Kilometer (Rp/Km) belum bisa diterapkan di Metromini. Andri meminta manajemen Metromini menyelesaikan masalah internal mereka.
 
"Saya bilang perjelas perusahaannya, kontraknya, surat keputusannya juga tidak jelas. Gara-gara kepemilikan, yang di lapangan jadi tidak terurus," kata Andr.


(FZN)