Ruki Akhiri Jabatan di KPK dengan Obral Status Tersangka

Tri Kurniawan    •    Senin, 21 Dec 2015 13:38 WIB
kpk
Ruki Akhiri Jabatan di KPK dengan Obral Status Tersangka
Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Masa tugas Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki, Johan Budi, dan Indriyanto Seno Adji, sudah berakhir. Akhir jabatan ketiganya ditutup dengan menetapkan empat orang sebagai tersangka korupsi.

Presiden Joko Widodo menunjuk Ruki, Johan, dan Indriyanto, memimpin pemberantasan korupsi menggantikan Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Busyro Muqoddas. Saat itu, hubungan lembaga antikorupsi dengan Kepolisian tak harmonis.

Menurut Ruki, perseteruan dengan Kepolisian menimbulkan kerusakan di internal KPK. Tugasnya adalah membenahi kerusakan internal dan memperbaiki hubungan KPK dengan Kepolisian.

Sejumlah pegawai KPK sempat menyatakan kekecewaan dengan kepemimpinan Ruki. Pegawai menilai KPK kehilangan taring sepeninggal Abraham Samad. Ruki Cs dianggap tidak tegas.

Namun di akhir masa jabatan di KPK, Ruki menjawab segala keraguan dengan menetapkan Richard Joost Lino, Choel Mallarangeng, Dudung Purwadi, dan Fredy Lumban Tobing sebagai tersangka korupsi.

Richard Joost Lino

Direktur Utama PT Pelindo II itu jadi tersangka dugaan korupsi dalam pengadaan Quay Container Crane pada 2010 di PT Pelindo II. Pimpinan KPK menandatangani surat perintah penyidikan pada 15 Desember.

Lino dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 KUHP.

Pengumuman status tersangka oleh Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati tanpa dihadiri Ruki, Johan, dan Indriyanto, Jumat (18/12/2015).

Choel Mallarangeng

KPK menetapkan Andi Zulkarnain Anwar Mallarangeng alias Choel Mallarangeng sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang pada 2010-2012.

Surat perintah penyidikan bagi Choel Mallarangeng dikeluarkan pada 16 Desember. Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andrianti mengumumkan status Choel karena hari ini pelaksana tugas pimpinan KPK sibuk menyiapkan serah terima jabatan dan menghadiri pelantikan pimpinan yang baru di Istana.

Dudung Purwadi

Saat pimpinan KPK periode 2015-2019 berkumpul di kantor KPK, Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andrianti mengumumkan bahwa pelaksana tugas pimpinan KPK menetapkan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI) Dudung Purwadi (DP) sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan tahun 2010-2011.

"Sprindik keluar pada 15 Desember," ujar Yuyuk di kantor KPK, Senin (21/12/2015).

Fredy Lumban Tobing

KPK juga menyematkan status tersangka kepada Direktur Utama PT Cahaya Prima Cemerlang karena diduga korupsi secara bersama-sama dalam pengadaan regent dan consumable penanganan virus flu burung dengan menggunakan anggaran Direktorat Bina Pelayanan Medik Dasar, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan tahun anggaran 2007.

Dalam kasus ini, KPK juga menjerat mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dan eks Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan, Ratna Dewi Umar. Akibat perbuatan korupsi ini, negara mengalami kerugian yang nilainya sekitar Rp 50,4 miliar.


(TRK)