Raih Omzet Rp20 Juta dari Terompet

Pythag Kurniati    •    Senin, 21 Dec 2015 18:18 WIB
tahun baru
Raih Omzet Rp20 Juta dari Terompet
Perajin terompet di kediaman Warseno. Pesanan melonjak jelang tahun baru. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Pergantian tahun menjadi berkah bagi pengusaha terompet di Kota Solo. Dengan berbagai kreasi dan inovasi, perajin bisa meraup omzet hingga Rp20 juta sebulan.

Salah satunya Warseno, warga RT 02/IV Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Perajin mainan anak ini selalu memproduksi terompet ketika jelang pergantian tahun. Dia memulai usahanya sejak 1990. 

“Usaha ini meneruskan bapak saya," kata Warseno saat ditemui di rumahnya, Senin (21/12/2015).

Warseno mengaku terus mengembangkan desain dan model terompet produksinya. Hingga kini ada enam model yang ia jual ke masyarakat.

“Tahun 2000 saya kembangkan bentuk-bentuk terompet naga. Berbeda dengan badan terompet biasa yang bentuknya lurus, terompet naga ini berbentuk melekuk-lekuk,” terangnya.

Selain bentuk naga, Warseno juga membuat bentuk-bentuk lain seperti bentuk saksofon. Pengembangan desain dan model, imbuhnya, harus bisa mengimbangi permintaan konsumen terompet, khususnya anak-anak.

Untuk menghadapi tahun baru, Warseno telah mempersiapkan bahan-bahan pembuat terompet sejak bulan Juni. Dalam waktu tiga bulan, ia mengaku mampu menghasilkan 8 ribu terompet berbagai model. Semuanya ia kerjakan hanya bersama anak dan istrinya.

“Biasanya, omzetnya per bulan bisa sampai Rp15 hingga 20 juta,” ungkapnya.

Dia memasok ke beberapa daerah seperti Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Boyolali dan Kota Solo. Beberapa pedagang keliling juga sering mengambil produk terompet dari Warseno.

Salah satunya Narimo, warga asli Wonogiri, Jawa Tengah. “Saya biasa jual 7 ribu hingga 20 ribu. Paling ramai tanggal 31 Desember kalau ada acara di pusat Kota Solo," katanya yang mengaku bisa dapat penghasilan kotor Rp10 juta dari jualan terompet.


(SAN)