Pembangunan Kilang Jadi Prioritas Paket Kebijakan ke VIII

Arif Wicaksono    •    Senin, 21 Dec 2015 19:01 WIB
kilang minyak
Pembangunan Kilang Jadi Prioritas Paket Kebijakan ke VIII
Illustrasi Kilang. FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan percepatan pembangunan dan pengembangan kilang minyak di dalam negeri dalam rangka pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengurangi ketergantungan BBM dari impor serta untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Kebijakan ditetapkan melalui Peraturan Presiden sebagai kelanjutan Perpres VIII merupakan payung hukum yang jelas sebagai dasar percepatan pembangunan dan pengembangan kilang minyak di dalam negeri. Dia mengatakan hal ini untuk mendorong Permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih tinggi dari supply domestik yang tersedia, dan permintaan akan terus meningkat terutama untuk sektor transportasi.

Selisih permintaan dan penawaran BBM diperkirakan akan terus meningkat sekitar 1,2 – 1,9 juta barel perhari pada 2025 jika tidak ada penambahan kapasitas produksi. Pemenuhan kekurangan BBM tersebut dilakukan melalui impor yang tentunya sangat akan mempengaruhi neraca perdagangan nasional.

"Dengan dengan pembangunan kilang minyak baru dan upgrade kilang eksisting, maka proyeksi produksi BBM akan meningkat dari 852 ribu barel per hari pada 2015 menjadi 1,9 juta barel per hari pada 2025," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (21/12/2015).

Indonesia belum melakukan pembangunan kilang minyak selama 21 tahun lalu, di mana pembangunan kilang minyak terakhir dilakukan pada Tahun 1994 di Balongan dengan kapasitas saat ini 125 ribu barel per hari.

"Untuk itu dalam rangka ketahanan energi, perlu dilakukan pembangunan kilang baru dengan kapasitas 300 ribu barel perhari yang akan dapat membantu mengurangi gap permintaan," kata dia.

Mengenai pelaksanaanya dia mengatakan pembangunan dan pengembangan kilang harus dilakukan dengan menggunakan teknologi yang terbaru, memenuhi ketentuan pengelolaan dan perlindungan lingkungan, dan tentu saja mengutamakan penggunaan produk dalam negeri.

"Pelaksanaan pembangunan dan pengembangan kilang diintegrasikan sedapat mungkin dengan petrokimia," kata dia.



(SAW)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

57 minutes Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA