Umat Beragama di Era Jokowi-JK Lebih Akur

Anggitondi Martaon    •    Senin, 21 Dec 2015 19:45 WIB
kerukunan beragama
Umat Beragama di Era Jokowi-JK Lebih Akur
Cendikiawan Muslim Azyumardi Azra (tenga) saat mengekspos Hasil Penelitian Puslitbang dan Diklat Kementerian Agama di MH Thamrin,--Foto: MTVN/Anggitondi Martaon

Metrotvnews.com, Jakarta: Cendikiawan Muslim Azyumardi Azra menyatakan‎, tingkat Kerukunan Umat Beragama (KUB) pada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) cenderung lebih baik. Hal itu ditandai dengan tidak adanya konflik antarumat beragama dalam skala besar.

"Memperkuat argumen saya yang mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir, atau dalam masa pemerintahan Jokowi-JK ini, tingkat kerukunan umat beragama meningkat," kata Azyumardi dalam Ekspos Hasil Penelitian Puslitbang dan Diklat Kementerian Agama di MH Thamrin, Jakarta, Senin (21/12/2015).‎

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah mengatakan, meningkatnya KUB saat ini adalah salah satunya melalui komitmen pemerintahan Jokowi-JK dalam Nawacitanya yang menyebutkan tekad pemerintah untuk memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan ke-Bhineka-an dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.

Sehingga, dengan hal itu dirinya meyakini, keyakinan setiap masyarakat agar tidak dipengaruhi paham ekstrimisme dan terpengaruh dengan kelompok yang mengatasnamakan agama yang memainkan hukumnya sendiri.

Meski dalam satu tahun terakhir sudah terjadi peristiwa intoleransi di Singkil dan Tolikara, pria berdarah Minang, itu menilai konflik yang terjadi hanya dalam skala kecil dan mempengaruhi sikap pemeluk agama yang bertikai di daerah lain. Sehingga tidak menyebar luas menjadi skala nasional.‎ "Bukan skala besar," sebutnya.

Menurutnya, bertahannya kasus konflik antarumat beragama di Indonesia hingga saat ini disebabkan beberapa faktor. Yaitu paham dan praksis yang dilancarkan pihak-pihak dan lemahnya penegakan hukum. Serta politisasi agama yang dilakukan politisi.

"Jadi perubahan politik sangat mempengaruhi tingkat kerukunan umat beragama," ujar dia.


(MBM)