Likuiditas Perbankan Diperkirakan Mengetat di Awal 2016

Angga Bratadharma    •    Senin, 21 Dec 2015 19:56 WIB
perbankan
Likuiditas Perbankan Diperkirakan Mengetat di Awal 2016
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo. MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperkirakan situasi dan kondisi likuiditas perbankan akan kembali mengetat di awal 2016. Likuiditas yang semakin ketat ini sejalan dengan perkiraan defisit anggaran yang semakin melebar.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, dengan perkiraan defisit anggaran yang semakin melebar maka membuat pemerintah akan meningkatkan penerbitan surat utang guna menutup defisit tersebut.

"Penerbitan surat utang dalam negeri meningkat maka likuiditas perbankan tidak semakin meningkat. Ini membuat likuiditas perbankan di awal tahun depan mengetat," kata Tiko, biasa ia disapa, dalam 'Mandiri Macroeconomic Outlook', di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Namun, dirinya mengklaim, Bank Mandiri sudah melakukan antisipasi dari jauh-jauh hari dari adanya kondisi semacam itu. Bahkan, Tiko tidak menampik ada rencana untuk menaikkan tingkat suku bunga deposito agar likuiditas di Bank Mandiri tidak seret.

"Kita sudah antisipasi dan mungkin saja rate deposit akan naik lagi di awal tahun (2016). Kan bersaingnya dengan penerbitan surat utang pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, guna meningkatkan likuiditas maka Bank Mandiri tidak akan mengambil opsi untuk menaikkan spesial rate di atas ketentuan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Bank Mandiri akan menyesuaikan spesial rate sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kita sudah sesuai LPS. Dugaan saya kalau ada persaingan, ada beberapa di atas tapi tidak terlalu tinggi," pungkasnya.


(SAW)

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

36 minutes Ago

Rencananya, Deisti akan diperiksa, besok, Senin, 20 November 2017.

BERITA LAINNYA