Rabu Ini Nasib J.R. Saragih Diputuskan

Budi Warsito    •    Senin, 21 Dec 2015 22:51 WIB
pilkada serentak
Rabu Ini Nasib J.R. Saragih Diputuskan
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Sidang lanjutan gugatan pembatalan pasangan calon bupati-wakil bupati Simalungun, J.R. Saragih-Amran Sinaga di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) berlangsung singkat dengan agenda penyerahan bukti tambahan. 

Sidang yang diketuai Hakim Asmin Simanjorang ini hanya berlangsung selama 15 menit, pada Senin, 21 Desember. Dalam sidang tersebut, kedua belah pihak sama-sama memberikan simpulan. Sidang ditunda hingga Rabu, 23 Desember, dengan agenda putusan. 

"Masih ada berkas-berkas yang harus dilengkapi oleh pihak tergugat dan penggugat. Sebelum putusan dibacakan silakan dilengkapi," kata Asmin, menutup sidang.

Sementara itu, Ketua KPU Simalungun, Adelbert Damanik, usai persidangan mengatakan masih menunggu keputusan dari PTTUN Medan untuk menyikapi gugatan yang diajukan penggugat untuk mengganti pasangan calonnya.

Hal ini dikarenakan dalam Peraturan KPU sama sekali tidak diatur mengenai hal itu. Adelbert pun menyerahkan seluruh proses hukum kepada tim penasihat hukum KPU Simalungun. "Jadi, kita masih menunggu apa yang diputuskan PTTUN Medan," ujar Adelbert.

Pada kesempatan yang sama, Hinca Panjaitan, penasihat hukum J.R. Saragih, juga menunggu hasil putusan PTTUN Medan untuk menunjuk pengganti calon wakil Bupati, Amran Sinaga. Amran dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung dan telah diputus menjalani empat tahun penjara.

"Kita tunggu saja, putusan pengadilan kan belum ada. Kami memang meminta untuk diberi kesempatan mengganti pasangan wakil. Nanti terserah Pak JR saja," kata Hinca.

Sebelumnya, Ketua KPU Simalungun Adelbert Damanik mengatakan, berdasarkan UU dan PKPU yang ada, penggantian calon wakil sudah tidak mungkin dilakukan karena sudah melewati waktu yang ditentukan.

Meskipun begitu, pihak JR Saragih optimistis penggantian Amran Sinaga bisa dilakukan dan dia tetap bisa mengikuti pilkada Simalungun.

KPU Pusat menunda pelaksanaan pilkada di lima daerah, yakni Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Simalungun, Kota Manado, dan Kota Pematang Siantar. Pilkada Simalungun ditunda karena ada perubahan komposisi calon kepala daerah.



(UWA)