Tren Bayi Tabung Semakin Meningkat

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 22 Dec 2015 14:49 WIB
kesehatanhamil
Tren Bayi Tabung Semakin Meningkat
Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K). (foto:MTVN/Sri Yanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 10-15 persen dari 40 juta pasangan dalam usia subur di Indonesia, mengalami gangguan kesuburan. Di sisi lain, tren bayi tabung semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Lima persen dari itu harus ditolong dengan teknologi reproduksi," kata Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K) dalam acara seminar media 'SMART IVF Indonesia: Klinik Bayi Tabung Dari dan Untuk Indonesia' di Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Tren siklus bayi tabung di Indonesia semakin naik setiap tahunnya. Data dari 28 klinik yang tersebar di 11 kota dan delapan provinsi, terdapat 4.827 siklus pada tahun 2014. Sementara pada tahun 2013 tercatat ada 4.083 siklus. "Ini berarti meningkat sebesar 18 persen dalam setahun," tambah pakar bayi tabung tersebut.

Program bayi tabung merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan dari pasangan yang mengalami infertilitas atau ketidaksuburan dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia. Setelah terjadi pembuahan, sejumlah 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim calon ibu.

Infertilitas atau gangguan kesuburan bisa dikatakan terjadi pada pasangan yang dalam setahun pernikahan belum juga mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi.

Proses kehamilan dengan bayi tabung menjadi alternatif pasangan yang ingin segera memiliki momongan. Namun, karena besarnya biaya yang dibutuhkan, cara ini biasanya dilakukan oleh kalangan menengah ke atas.


(LOV)