Priyo: Golkar Menuju Titik Redup

Astri Novaria    •    Rabu, 23 Dec 2015 10:18 WIB
pengganti setya novanto
Priyo: Golkar Menuju Titik Redup
Priyo Budi Santoso--Antara/Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Penunjukan Ade Komarudin sebagai Ketua DPR, yang diajukan oleh Golkar kubu Aburizal Bakrie dinilai tidak sah. Alasannya, pihak yang berhak untuk duduk di kursi di DPR adalah Golkar kubu Agung Laksono.

"Kalau tetap dilantik, itu ilegal, tidak sah. Yang sah adalah kami. Kalau tidak, terjadi ilegalitas," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol Priyo Budi Santoso di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Priyo yakin fraksi lain di DPR tidak akan menerima penunjukan Ade sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Ia mengaku akan melakukan komunikasi ke fraksi lain dan meluruskan hal ini. Adapun, penunjukkan Ade sudah dibacakan dalam rapat paripurna Jumat 18 Desember. Ade rencananya akan dilantik begitu DPR selesai lakukan reses dan memulai masa sidang baru.

"Saya lima tahun pimpin DPR, kalau (pelantikan Ade) dipaksakan, ini berpotensi dilaporkan ke MKD," tandasnya.

Ia juga menyayangkan dualisme kepemimpinan Partai Golkar sampai saat ini belum juga berakhir. Priyo menyesalkan akibat dari konflik tersebut suara Golkar sampai kalah di Pilkada 2015 kemarin.

"Golkar ada di bawah Hanura. Hanya di atas PKPI, PBB dan PPP. Golkar hanya menang 34,6 persen, kemarin. Yang murni diusung kami hanya 20 persen. Sisanya, Partai Golkar hanya menjadi pendukung. Jadi bukan 52 persen seperti yang diklaim Aburizal," papar Priyo.

Menurutnya, selain karena persoalan dualisme kepemimpinan, Golkar juga tidak memiliki prestasi yang baik ditambah adanya kasus "Papa Minta Saham" yang menjerat politikus Golkar, Setya Novanto.

"Makin sempurnalah Golkar mengalami proses kemunduran. Menuju titik redup yang mengkhawatirkan. Satu-satunya jalan keluar adalah segera menggelar rekonsiliasi," pungkasnya.


(YDH)