Terima Suap, Hakim PTUN Medan Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Renatha Swasty    •    Rabu, 23 Dec 2015 11:24 WIB
kasus korupsi
Terima Suap, Hakim PTUN Medan Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Dua hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Sumatra Utara, Dermawan Ginting (kiri) dan Amir Fauzi bersaksi pada sidang kasus dugaan suap panitera dan hakim PTUN Medan di Pengadilan Tipikor, Jakarta.--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Amir Fauzi dan Dermawan Ginting, empat tahun enam bulan penjara. Keduanya dinilai terbukti menerima duit masing-masing USD5.000 dari pengacara Otto Cornelis Kaligis dan anak buahnya M Yagari Bhastara Guntur alias Gerry.

"Menuntut supaya majelis hakim memutuskan, menjatuhkan pidana empat tahun enam bulan kurungan dikurangi masa tahanan dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan," kata Jaksa KPK Risma Ansari saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015).

Ansari mengatakan, fakta di persidangan Amir dan Dermawan terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf c UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHPidana.

Kedua hakim terbukti menerima duit masing-masing USD5.000 dari Kaligis dan Gerry. Duit bersumber dari Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.

Duit diberikan untuk mempengaruhi putusan terkait kewenangan Kejati Sumatera Utara atas penyelidikan tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumut.

Terkait tuntutan Jaksa, baik Amir maupun Dermawan akan, mengajukan pembelaan atau pledoi. "Kami akan melakukan pembelaan bersama terdakwa. Jadi kami minta waktu dua minggu yang mulia," ujar kuasa hukum keduanya.


(MBM)

KPK Diminta Kupas Tuntas Kasus KTP-el

KPK Diminta Kupas Tuntas Kasus KTP-el

6 minutes Ago

Wakil Sekjen Partai Golkar Dave Laksono meminta agar KPK mengungkap tuntas kasus mega korupsi K…

BERITA LAINNYA