Curang Soal Rusun, Ahok Ancam Usir Pemimpin Agama

LB Ciputri Hutabarat    •    Rabu, 23 Dec 2015 11:35 WIB
rusunawa
Curang Soal Rusun, Ahok Ancam Usir Pemimpin Agama
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: MTVN/Wanda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberi toleransi kepada penghuni rumah susun sewa (rusunawa) yang curang menyewakan unit atau tidak memiliki kartu identitas sesuai domisili. Mereka akan diusir.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengatakan, dirinya sudah memerintahkan Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta tidak pandang bulu menindak penghuni rusun yang curang.
 
"Tidak usah mengaku ini pemimpin agama, kalau (terbukti) nyewain usir enggak ada urusan. Pendeta usir kalau memang kurang ajar," kata Ahok di Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015).
 
Tak hanya pemuka agama, dia juga meminta warga liar tak mencari alasan untuk tinggal di rusun. Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, warga yang tinggal dirusunawa harus memiliki satu KTP sesuai tempat tinggalnya.
 
"Saya tegaskan sekali lagi. Mau lagi hamil tua, kakek, nenek, tidak ada toleransi. Saya tidak peduli, seret keluar. Bukan cuma diusir, tapi penjarakan," ujar Ahok.
 
Dia menjelaskan, rusunawa diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Indikatornya, warga tersebut memiliki gaji yang kurang serta belum memiliki rumah.
 
"Saya sangat keras. Tidak usah ancam tidak pilih saya lagi. Biarin saya tidak dipilih lagi tahu depan yang penting saya usir," katanya.
 
Pemerintah Provinsi DKI berencana membangun 300 ribu unit rusun pada 2016. Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan 36 tower itu mencapai Rp3 triliun. Warga cukup membayar retribusi pemeliharaan lingkungan sebesar Rp 15 ribu per hari.


(FZN)