Pasukan Prancis Bunuh 10 Anggota Militan

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Dec 2015 14:21 WIB
terorisme
Pasukan Prancis Bunuh 10 Anggota Militan
Pasukan Prancis terlibat baku tembak di Mali Utara (Foto:AFP)

Metrotvnews.com, Paris: Kementerian Pertahanan Prancis mengatakan pasukan Prancis menangkap atau membunuh sekitar 10 anggota gerakan militan dalam pertempuran berat di akhir pekan di Mali Utara.

"Pasukan Barkhane Prancis terlibat dalam empat jam baku tembak semalaman pada Sabtu 19 Desember dekat Menaka dengan kelompok Al Murabitoun yang memiliki kaitan dengan Al Qaeda," kata Kementerian Pertahanan Prancis di Paris.

"Sekitar 10 teroris berhasil dilumpuhkan, bahwa tentara Prancis menyita dua truk pick-up, selusin sepeda motor dan sejumlah senjata juga bahan peledak," lanjutnya, seperti dikutip AFP, Rabu (23/12/2015).

Dalam jargon militer tersebut, dinetralkan berarti dibunuh atau ditangkap.

Al-Murabitoun telah bertanggung jawab atas banyak serangan terhadap warga sipil di Mali dan Niger, serta pasukan militer lokal dan internasional.

Kelompok militan itu dibentuk pada 2013 oleh penggabungan dari Al Qaeda Mokhtar Belmokhtar dan Gerakan untuk Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAQ) yang telah aktif di wilayah Gao, utara Mali.

Teroris ini juga mengaku di balik serangan 20 November di Hotel Radisson Blu di Ibu Kota Mali, Bamako yang menewaskan 20 orang. Tragedi tersebut adalah operasi bersama dengan Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM).

Kelompok jihad lain yang baru-baru ini muncul di tengah Mali, Front Pembebasan Macina, kemudian juga mengaku bertanggung jawab. Mereka bekerja sama dengan Ansar Dine, kelompok dari Mali Utara.

Pada Senin 21 Desember, pemerintah memberlakukan kembali keadaan nasional darurat selama 10 hari terakhir pada tahun ini untuk menghadang setiap ancaman teror.

Mali Utara jatuh di bawah kendali kelompok militan yang terkait dengan Al Qaeda tahun 2012.

Kelompok Islam sebagian digulingkan oleh operasi militer Prancis yang diluncurkan pada Januari 2013, namun sebagian besar wilayah Mali tetap tanpa hukum dan rentan serangan.


(FJR)