Anak Usaha Krakatau Steel Tunda IPO di Awal 2016

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 23 Dec 2015 16:48 WIB
krakatau steel
Anak Usaha Krakatau Steel Tunda IPO di Awal 2016
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memutuskan untuk menunda rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) anak usahanya, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) akibat situasi dan kondisi ekonomi di 2015 tidak menentu. Awalnya, IPO ditargetkan bisa dilakukan di awal 2016.

"Anak usaha kami (PT Krakatau Industrial Estate Cilegon) tidak jadi IPO, karena pasar jelek jadinya ditunda. Rencananya di awal 2016, tapi kami tunda," ungkap Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar, ditemui di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Meski ditunda, namun Sukandar belum bisa menjelaskan secara detail aksi korporasi itu kapan akan kembali dijalankan. Dirinya hanya menegaskan bahwa aksi penundaan ini memang kembali ditinjau dengan harapan nantinya aksi IPO bisa berbuah manis bagi perusahaan. 

Sukandar menambahkan, jajaran komisaris sudah mendengar kabar tersebut secara jelas. Mereka pun setuju jika IPO memang ditunda. Sebab, bila IPO dipaksakan untuk dilakukan di saat pasar tengah lesu sekarang ini maka sudah pasti hasilnya tidak akan sesuai harapan. 

‎"Kami ‎sudah berbicara sama komisaris. Mereka setuju ditunda. Lagi timbang kami rencana IPO," terang Sukandar.

Sebelumnya, ‎Krakatau Steel berencana untuk melepas saham anak usahanya, Krakatau Industrial Estate Cilegon, di pasar modal Indonesia pada tahun ini. Tapi, langkah itu ditunda kembali di awal 2016. Hal itu disebabkan situasi dan kondisi pasar yang mengalami naik turun cukup tinggi.

"Iya, memang ada di rencana kita untuk IPO anak usaha (KIEC), tapi kita lihat dulu pasarnya," ‎ucap Direktur Keuangan Krakatau Steel Anggiasari Hindratmo‎.

Untuk tahun depan, ia melanjutkan, Krakatau Steel belum bisa melihat apakah ada rencana untuk anak usaha melantai di pasar modal. "Belum tahu. Kondisi pasarnya belum kelihatan. Nanti kita lihat ke depannya untuk IPO," jelas Anggiasari.


(ABD)