Musim Liburan, PT KAI Imbau Masyarakat Tak Tergoda Tiket Palsu

Damar Iradat    •    Rabu, 23 Dec 2015 17:02 WIB
natal dan tahun baru
Musim Liburan, PT KAI Imbau Masyarakat Tak Tergoda Tiket Palsu
Musim liburan tiba, masyarakat diimbau tak tergoda tiket palsu,--Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewanti-wanti agar masyarakat tidak menjadi korban peredaran tiket palsu. Tiket palsu untuk kereta api jarak jauh dinilai mulai marak saat mendekati perayaan-perayaan hari besar keagamaan.

Masa angkutan perayaan Natal dan liburan tahun baru 2016 sudah ditetapkan PT KAI, yakni 20 Desember 2015 sampai 5 Januari 2016. Pemesanan tiket bisa dilakukan 90 hari sebelum keberangkatan.

Permintaan pasar cukup tinggi untuk keberangkatan pada tanggal 23 hingga 25 Desember 2015. Bahkan sampai 6 Januari tingkat okupansi mencapai seratus persen. Keberangkatan sampai tanggal 6 Januari 2016 terjadi pada kereta api-kereta api dari Stasiun Pasar Senen untuk tujuan Jateng dan Jatim.

Kondisi ini bukan musthil bakal dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka akan melakukan penipuan dengan menjual tiket palsu.

"Kami selalu mengimbau kepada pengguna jasa agar membeli tiket pada chanel-chanel eksternal resmi yang kerja sama dengan PT KAI, seperti minimarket sekitar rumah tinggal, kantor pos, dan lainnya," jelas Humas Daerah Operasi 1 Jakarta, Bambang S. Prayitno, melalui siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (23/12/2015).

Modus operasi tiket palsu dipastikan bakal terdeteksi sistem ticketing PT KAI, mulai dari data base sampai dengan pemeriksaan boarding di stasiun dan pemeriksaan di perjalanan. Pembelian tiket palsu juga akan merugikan konsumen.

PT KAI telah menemukan kasus tiket palsu. Tiket palsu ditemukan pada tiga orang penumpang kereta api Gaya Baru Malam tujuan Surabaya pada 20 Desember dan hari ini, Rabu 23 Desember. PT KAI menemukan dua tiket palsu KA Krakatau Pasar Senen-Kediri dan dua tiket KA Jayabaya relasi Pasar Senen-Malang.

PT KAI, kata Bambang, kini sedang memproses untuk penemuan itu dengan melaporkan kepada pihak berwajib. "Akan dilakukan penangkapan pelaku, karena masuk kepada tindakan penipuan," ujar Bambang.


(MBM)