Ahok Selidiki Kasus Pemecatan 64 Sopir TransJakarta

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 23 Dec 2015 19:35 WIB
transjakarta
Ahok Selidiki Kasus Pemecatan 64 Sopir TransJakarta
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: MTVN/Ilham Wibowo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyelidiki kasus pemecatan 64 sopir yang dilakukan operator TransJakarta koridor V dan VII PT Jakarta Mega Trans. Jika Terbukti bersalah, sopir akan diblack list dan tidak bisa gabung ke koridor lain.
 
"Akan kami cek, tapi semua harus buat kesepakatan di bawah TransJakarta," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2015).
 
Ahok mengatakan, salah satu kesepakatan yang dibuat, jika sopir terbukti bersalah, mereka tidak bisa bekerja untuk operator lain. Itu resiko yang harus diterima sopir agar hati-hati mengemudikan TransJakarta.
 
"Misalnya sopir dipecat operator A dan terbukti bersalah, maka dia tidak bisa kerja di seluruh operator. Kami akan tolak," ujar Ahok.
 
Sementara itu, jika kesalahan ternyata dilakukan operator, maka sopir bisa pindah ke operator lain. "Kami akan cek lagi," kata Ahok.
 
64 sopir Transjakarta yang berada di bawah operator PT. Jakarta Mega Trans dipecat dan tidak diizinkan memasuki pool Transjakarta PT.JMT di Kawasan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
 
Menurut Direktur Opetasional PT.JMT Jane Tambunan, mereka dipecat karena melakukan mogok kerja Juni lalu, dan berlanjut dari tanggal 7-18 Desember kemarin. "Aksi mogok itu membuat perusahaan rugi Rp500 juta," kata Jane.
 
Sampai berita ini diturunkan, Dirut Utama PT.Jakarta Mega Trans Atin Soetisna belum bisa dimintai konfirmasi terkait pemecatan sepihak itu. Saat Metrotvnews.com menyambangi kantornya, tampak sepi dan hanya ada staf operasional yang enggan dimintai keterangan.


(FZN)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

11 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA