RUU Kerukunan Umat Beragama Diharapkan Tekan Konflik

- 06 Januari 2014 22:36 wib
MI/Sumaryanto/fz
MI/Sumaryanto/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Rancangan Undang-Undang Kerukunan Umat Beragama (RUU KUB) diharapkan mampu menekan terjadinya konflik baik antarumat beragama maupun dalam satu agama itu sendiri. Oleh karena itu, di dalamnya harus tersusun aturan yang jelas mengenai kehidupan antarumat beragama di masyarakat.

Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Bahrul Hayat mengatakan RUU ini mengandung substansi antara lain adalah hak dan kewajiban warga negara tentang agama, pendirian rumah ibadah, penghormatan terhadap rumah ibadah dan simbol keagamaan, penyiaran agama, bantuan keagamaan, identitas keagamaan di ruang publik, pemeliharaan ketertiban, peringatan dan perayaan keagamaan, kewajiban dan tanggung jawab pemerintah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan peran serta masyarakat.

"Hal-hal tersebut yang biasanya seringkali menjadi pemicu konflik di masyarakat," ujarnya, Senin (6/1).

Pemerintah menyatakan siap jika diberikan kepercayaan untuk mengambil alih inisiatif RUU Kerukunan Umat Beragama. Bahrul mengatakan hal ini semata agar RUU ini dapat segera disahkan.

Urgensi RUU ini untuk segera disahkan, lanjutnya, adalah tinggi mengingat kondisi politik, ekonomi dan sosial di tanah air saat ini. Terlebih memasuki 2014 yang merupakan tahun politik.

"Kemenag mendorong RUU ini sebagai inisiatif DPR agar segera dibahas karena sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan memang ditargetkan masuk prioritas pembahasan pada 2014," ungkap Sekjen Kemenag.

Bahrul mengatakan berdasarkan pemeriksaan pihaknya ke DPR dan BPHN, belum ada surat resmi penyerahan inisiatif dari DPR ke pemerintah. Bila tidak ada surat resmi, lanjutnya, maka posisi RUU tetap inisiatif DPR. (Vera Erwaty Ismainy)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…