KPU Protes Batas Waktu Distribusi Logistik

- 13 Januari 2014 16:10 wib
MI/Bary Fathahilah/ip
MI/Bary Fathahilah/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum keberatan dengan batas waktu pengadaan dan pendistribusian logistik yang diminta Badan Pengawas Pemilu.

Kepala Biro Logistik KPU Boradi mengatakan waktu yang diberikan Bawaslu, yakni paling lambat 14 hari sebelum waktu pencoblosan Pemilu Legislatif, terlalu sempit. Apalagi dalam mendistribusikan logistik, banyak daerah terpencil bakal sulit terjangkau.

"Bagi saya pengadaan logistik (14 hari sebelum pencoblosan) enggak masuk akal," kata Boradi di kantor KPU, Jakarta, Senin (13/1).

Meski keberatan, Boradi mengaku tetap menghargai keputusan yang telah ditetapkan Bawaslu. Ia menambahkan, pihaknya berharap agar proses cetak surat suara dan kebutuhan logistik Pemilu 2014 dapat diselesaikan segera supaya proses distribusi logistik bisa cepat dilakukan.

Dalam mendistribusikan logistik, KPU memprediksi banyak wilayah yang bakal sulit dijangkau petugas KPU walaupun dibantu aparat keamanan seperti Polri dan TNI. Misalnya saja di Indonesia bagian timur.

Boradi mengatakan, waktu yang sempit tersebut bakal mengganggu barang logistik bisa masuk secara tepat di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang lokasinya terpencil.

"Misalnya, mau dikirim ke Papua tinggal 14 hari, belum dari Papua mengirim ke TPS, ini kan sulit dilakukan."

()

POLITIK
METRO
INTERNASIONAL

Mata Najwa: Babak Baru Indonesia (6)

23 Juli 2014 23:23 wib

Mata Najwa, Rabu (23/07/2014): di Mata Najwa kali ini dengan tema 'Babak Baru Indonesia', hadir di Mata Najwa yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Pakar hukum tata negara, Zaenal Arifin Mochtar. Direktur eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla