Hujan Air Mata Iringi Pemakaman Ade Sarah

- 07 Maret 2014 16:00 wib
Mendiang Sarah (twitter)
Mendiang Sarah (twitter)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hujan air mata mengiringi pemakaman Ade Sarah Angelina Suroto, korban pembunuhan yang mayatnya dibuang di Kilometer 41 Tol Bintara Bekasi, di Tempat Pemakaman Umum Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (7/3) siang.

Ibu korban, Elisabeth, tak henti menitikkan air mata selama prosesi pemakaman. Demikian pula teman-teman korban yang sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam.

"Selamat jalan Sarah...selamat jalan Sarah. Ibu sudah memaafkan (Ahmad Imam Al) Hafid dan Assifa (Ramadhani)," Elisabeth terisak sambil tangannya terus menabur bunga di makam anak tunggalnya itu.

Hafid dan Assifa sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Hafid diketahui bekas pacar korban, sementara Assifa adalah teman SMA korban. Kuat dugaan pembunuhan Sarah berlatar cemburu.

Sebelum ditemukan sudah tak bernyawa, Sarah terakhir meninggalkan rumah pada Senin 3 Maret 2014 pagi. Mahasiswi Universitas Bunda Mulia itu pamit kepada kedua orangtuanya untuk mengikuti les bahasa Jerman di Gothe Institut Jakarta. Sejak itu, korban tak kunjung pulang ke rumah.

()

POLITIK
PERISTIWA
INTERNASIONAL

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.