Pembunuhan Ade Sara

Orang Tua Pelaku Sambangi Rumah Ade Sara

- 13 Maret 2014 18:46 wib
ANT/Hafidz Mubarak
ANT/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Orang Tua Ahmad Imam Al Hafitd alias Hafiz dan orang tua Assyifa Ramadhani alias Syifa menyambangi kediaman Ade Sara Angelina Suroto di Jalan Layur Blok ABCD RT 07/11, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (12/3) malam. Kedatangan para orang tua pelaku pembunuh Ade Sara untuk meminta maaf atas apa yang diperbuat anaknya.

"Ya benar, mereka datang semalam (Rabu) jam 20.00 ke sini meminta maaf kepada kami. Hafiz, cuma ibunya yang datang karena bapaknya sedang sakit. Sementara Syifa, kedua orang tuanya datang bersama kakak perempuan," kata Elisabeth, Ibu Ade Sara kepada wartawan, hari ini (13/3).

Lebih lanjut, dia mengatakan, pertemuan itu murni untuk permohonan maaf tanpa ada maksud lain. Pihak keluarga Ade Sara sudah memaafkan baik orang tua maupun pelaku.

"Murni untuk minta maaf, gak ada pemberian uang sebagai permintaan maaf. Saya juga tidak mengharapkan itu," ujarnya

Tak banyak pembicaraan pada pertemuan yang berlangsung 15 menit itu. Pihak keluarga Ade Sara mengaku menyerahkan semua keputusan hukum ke pihak kepolisian.

"Sekarang kan sudah ditangani kepolisian, (hukuman) sesuai perbuatannya saja," tutup Elisabeth.

Hafitd dan Assyifa ditangkap jajaran Polresta Bekasi Kota karena diduga menjadi pelaku pembunuhan Ade Sara. Mereka meniggalkan jejak tubuh korban tak bernyawa di kawasan Bintara, Bekasi.

Nama terakhir merupakan mantan pacar Hafidt dan teman mereka kala bersekolah di SMA. Pembunuhan diduga berlatar belakang cemburu.

Kini, kasus tersebut ditangani Polda Metro Jaya. Kedua tersangka pun telah berada di tahanan Mapolda. (Akmal Fauzi)

(Jco)

POLITIK
PERISTIWA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.