Hari 1 Kampanye Pemilu 2014

Jokowi: 2014, Tahun PDIP!

Surya Perkasa - 16 Maret 2014 19:57 wib
Jokowi saat berkampanye di Lapangan Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (16/3). (Surya Perkasa)
Jokowi saat berkampanye di Lapangan Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (16/3). (Surya Perkasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, optimistis partai banteng bermoncong putih itu dapat memenangkan pemilihan umum 2014. Namun, keberhasilan PDIP tergantung pada pemilihan anggota legislatif 9 April 2014.

"Kita sudah nunggu 10 tahun. Ini tahun PDIP, tahun nomor 4!" tukasnya saat berkampanye di Lapangan Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (16/3).

Menurut dia, untuk mencapai tujuan itu, diperlukan kerja keras di setiap lini PDIP. Dia meminta seluruh kader dan simpatisan PDIP bekerja menunjukkan keunggulan partai pimpinan Megawati Soekarno Putri tersebut.

"Saya waktu di Jakarta semua bekerja dari pintu ke pintu ketok pintu ajak seluruh kelurahan. Yang penting adalah bekerja, karena pileg akan menentukan pilpres. Kalau menang telak, mau menang mutlak, ke pilpresnya akan lebih mudah," jelasnya.

(Bob)

INTERNASIONAL

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.