Enam Cewek Cabe-Cabean Terjaring Operasi di Depok

- 23 Maret 2014 21:22 wib

Metrotvnews.com, Depok: Enam cewek cabe-cabean terjaring operasi yang dilakukan Satpol PP Kota Depok. Menurut Kepala Satpol PP Kota Depok Nina Suzana, para cewek cabe-cabean tersebut diciduk dari Jalan Baru, Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Depok.

"Mereka ditangkap Minggu malam, dan dini hari kemarin," katanya di kawasan Depok, Minggu (23/3).

Menurut Nina, fenomena cewek cabe-cabean semakin marak belakangan ini, apalagi istilah tersebut tidak berarti positif. Operasi terhadap cewek cabe-cabean ini, lanjut Nina, dilakukan atas permintaan masyarakat dan alim ulama setempat yang merasa resah wilayahnya dijadikan ajang maksiat setiap malam.

"Operasi ini atas permintaan kaum ibu dan alim ulama,” ujar Nina.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya dalam operasi tersebut turut dibantu oleh anggota Polresta Kota Depok sebanyak 15 personel, dan anggota Kodim 0508 Depok juga sebanyak 15 personel.

“Operasi kami bagi menjadi dua wilayah yakni timur dan barat. Sasarannya adalah mereka yang melakukan tindak asusila di tempat umum, langsung kami angkut,” paparnya.

Bagi mereka yang terjaring operasi itu, kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Depok untuk dimintai keterangan. Aksi kejar-kejaran juga sempat terjadi dalam proses operasi tersebut setelah menyisir satu per satu wilayah yang diduga menjadi tempat nongkrong mereka.

“Mereka semua kami data, dan mereka wajib menghubungi orangtua mereka masing-masing untuk menjemputnya,” tegasnya. (Kisar Rajaguguk)

(Lov)

POLITIK
PERISTIWA
INTERNASIONAL

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.