Seorang PNS Tewas di Hotel hanya Bercelana Dalam

Lukman Diah Sari - 01 April 2014 16:54 wib
Ilustrasi jenazah/MI
Ilustrasi jenazah/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditemukan tewas di salah satu kamar hotel di Jalan Mangga Besar 8, Taman Sari, Jakarta Barat. Korban bernama Jony Lako Pais adalah PNS asal Papua Barat. Ia tewas dengan mulut berbusa dan hanya menggunakan celana dalam.

Selain mulut berbusa, bagian dada Jony ada lebam. Namun, Jony diyakini tewas karena sakit. "Tapi untuk lebih jelasnya, kita baru bisa pastikan usai autopsi," kata Kanit Reskrim Polsek Tamansari, Kompol Ferio Ginting, kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (1/4/2014).

Korban adalah warga KH. Hajar Dewantoro, Kelurahan Fakfak Selatan, Kecamatan Fakfak, Provinsi Papua Barat. Di tubuh pria berumur 48 tahun tersebut tidak ditemukan bekas luka kekerasan.

"Korban tewas dalam kondisi mulut berbusa, dan kedua dadanya lebam hitam. Korban juga hanya memakai celana dalam saja," ujar Ginting.

Guna memastikan penyebab kematin, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk diautopsi. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi.

Jony pertamakali ditemukan oleh room boy hotel di kamar 310, tempat dia menginap. "Saat ditemukan posisi korban telentang di tempat tidurnya," kata Jony.

(Dor)

POLITIK
PERISTIWA
INTERNASIONAL

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.