Wawan Minta Karyawannya Antar Uang ke Jakarta

Torie Natalova    •    Kamis, 03 Apr 2014 16:57 WIB
wawan
Wawan Minta Karyawannya Antar Uang ke Jakarta
Tubagus Chaeri Wardhana - MI - Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Yayah Rodiyah, bendahara di perusahaan milik Tubagus Chaeri Wardhana atau Wawan, mengaku bosnya meminta menyiapkan uang Tp1 miliar. Wawan lalu memintanya untuk mengantar uang itu ke Jakarta.

"1 Oktober 2013 terdakwa pernah hubungi anda menanyakan, 'ada uang kita? Minta berapa?" tanya Ketua Majelis Hakim Matheus Samiaji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (3/4/2014).

"Pernah. Bapak (Wawan) tanya ke saya ada uang enggak Rp 1 M. Saya bilang kebetulan ada di kas, terus bapak minta antar ke Jakarta," jawab Yayah yang bekerja di PT Bali Pacific milik Wawan.

Yayah kemudian meminta Awaluddin, karyawan lain, menyerahkan uang itu ke Farid yang masih bekerja di perusahaan Wawan. Farid lalu menyerahkan tas biru berisi uang tersebut kepada pengacara Susi Tur Andayani.

Penyerahan uang berlangsung di Apartemen Allson, Jakarta. Farid mengaku uang itu atas perintah Wawan untuk mengantarkannya dari Serang, Banten.

"Saya dipanggil ke ruangan Pak Wawan, dia perintahkan saya ketemu dengan Susi di daerah Senen dan dia berikan nomor telepon Bu Susi. Dia bilang, tunggu dulu uang dari Serang, baru antar ke Senen," papar Farid.

Sementara itu, asisten calon bupati Lebak, Amir Hamzah, yaitu Deni Saputra mengaku atasannya memintanya menjemput Susi Tu Andayani di Apartemen Allson. Namun Susi sempay menolak ikut mobil Deni karena ia tengah menunggu anak buah Wawan.

"Saya disuruh jemput Bu Susi oleh Pak Amir. Bu Susi waktu itu ada di Allson. Susi waktu itu enggak mau berangkat, alasannya Bu Susi lagi nunggu anak buah Pak Wawan," kata Deni.

Setelah Farid datang dan menyerahkan tas biru, Deni dan Susi pun langsung menuju Mahkamah Konstitusi (MK) dengan mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan Jajang. Saat di MK, Susi meminta Deni dan Jajang tak parkir di sekitar MK.

Susi pun turun dan mengjadiri sidang sengketa Pilkada Lebak di MK. Sementara tas biru berisi uang masih berada di dalam mobil.

Susi bilang jangan parkir di lingkungan MK. Di mobil dia sempat cerita, 'heran sekelas kepala daerah (Amir Hamzah) tidak punya uang. Saya aja pengacara punya dollar," kata Deni menirukan Susi.


(RRN)