Ulang Tahun ke-69, Mantan Kepala BIN 'Dikado' Gelar Guru Besar

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 07 May 2014 12:05 WIB
Ulang Tahun ke-69, Mantan Kepala BIN 'Dikado' Gelar Guru Besar
Hendrpriyono saat membacakan disertasinya.(foto: Yogi)

Jakarta. Mantan Kepala Badan Intelejen Negara Abdullah Makhmud Hendropriyono dianugrahi gelar guru besar di bidang ilmu intelijen pada hari ini. Pengukuhan ini bertepatan dengan hari ulangnya ke-69. 

Penganugrahan ini membuat deretan gelar akademis pendiri Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini semakin panjang.  Namanya beserta gelar menjadi Prof Dr AM Hendropriyono, Drs, SE, ST, SH, MH, MBA. 

Pada kesempatan pria yang lahir di Yogyakarta pada 7 Mei 1945 itu membacakan orasi ilmiah bertajuk Filsafat Intelijen Negara Republik Indonesia. Acara berlangsung di Balai Sudirman, Jl Dr Sahardjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2014).

"Bilamana saya menyampaikan pemikiran tentang filsafat intelijen, beberapa cendekiawan hampir dapat dipastikan mengerutkan kening mereka. Selama ini, komunitas cendekiawan hanya mengenal filsafat politik, filsafat hukum, filsafat ekonomi, filsafat sosial atau filsafat lingkungan, namun tidak pernah filsafat intelijen," ujarnya. 

Menurutnya, belum terdengarnya filsafat intelijen ini membuatnya merasa gelisah. Sebab, dalam pandangannya intelejen perlu ditempatkan dalam kerangka filsafat yang jelas.

Beberapa tokoh pun terlihat dalam acara pengukuhan gelar profesor bagi Hendropriyono. Mereka di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketum Partai Wiranto, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, Pramono Anung dan Fadli Zon.

 
(LHE)