Umat Buddha Doakan Kemakmuran Bangsa

   •    Rabu, 14 May 2014 23:40 WIB
waisak
Umat Buddha Doakan Kemakmuran Bangsa

Magelang, Metrotvnews.com: Ribuan Umat Buddha yang tergabung dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) mendoakan kemakmuran bangsa Indonesia saat upacara Waisak Nasional 2558 BE di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (14/5) malam.

"Kita mendoakan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh bangsa Indonesia," kata Bhiksu Yang Arya Shojo Sakabe dari Majelis Niciren Shoshu Buddha Dharma Indonesia.

Menurut dia, dahulu Pangeran Sidharta atau Buddha Sakyamuni keluar dari istana melihat banyak orang menderita, seperti sakit dan meninggal. Kemudian dia memutuskan meninggalakn istana, bertapa mencari kebenaran untuk mengatasi penderitaan manusia.

Empat penderitaan adalah lahir, tua, sakit, dan mati. Delapan penderitaan, adalah empat penderitaan tadi ditambah empat penderitaan lain, yakni berpisah dengan orang yang disayangi, bertemu dengan orang yang dibenci, badan manusia, tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Untuk mengatasi penderitaan tersebut, Sang Buddha mengajarkan banyak sutra. Beliau mengajarkan penyebab dari penderitaan tersebut adalah hawa nafsu. Dengan maha maitri karuna, Buddha Sakyamuni mengajarkan banyak sutra pada orang-orang untuk menghapus penderitaan.

Karena berjodoh dengan ajaran Saddharma Pundarika sutra maka bisa mencapai kesadaran Buddha. Jika manusia percaya dan menyebut 'Nammyohorengekyo' pasti bisa mencapai kebahagiaan meski masih memiliki hawa nafsu.

Ketua Umum Buddha Dharma Indonesia, Herwindra Aiko Seno Soenoto mengatakan, perayaan waisak adalah untuk membalas budi pada negara.

"Kita merayakan Waisak sebagai balas budi. Kita harus membalas budi pada negara yang telah mengizinkan perayaan Waisak. Kita berharap umat bisa mengembangkan hati kepercayaan dalam hidupnya," kata Aiko dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pandhita Gatot Sukarno Adi.

Pandhita Utama Rusdi Rukmarata, menambahkan, Borobudur adalah bukti atau tanda kejayaan agama Buddha dan kerajaan nusantara di masa lampau.

"Kita di sini bukan sisa sisa kejayaan masa lampau. Kita di sini adalah bibit-bibit kejayaan bangsa Indonesia dan agama Buddha di masa yang akan datang. Kita harus bangga bisa Gongyo dan sebut Nammyohorengekyo di hadapan Gohonzon, berarti kita akan membangun Borobudur di masa yang akan datang".(Tosiani)


(ADF)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA