Amerika Dorong Thailand ke Prinsip Demokrasi

Lukman Diah Sari    •    Sabtu, 24 May 2014 09:59 WIB
Amerika Dorong Thailand ke Prinsip Demokrasi
(AP/Wason Wanichakorn)

Metrotvnews.com, Washington: Setelah petinggi militer Thailand berhasil menguasai pemerintahan, pihak Amerika melalui Jenderal Angkatan Darat AS memanggil Panglima Militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-Ocha, untuk kembali mendorong prinsip-prinsip demokrasi.

"Jenderal membuat ini semakin jelas, bahwa kita tentu mengharapakan kembalinya prinsip-prinsip demokrasi di Thailand sesegera mungkin," kata Juru Bicara Pentagon, Laksamana John Kirby, Jumat (23/5/2014) waktu setempat.

The Pentagon menjelaskan, bahwa pemanggilan itu dilakukan antara Kepala Angkatan Darat AS, Jenderal Raymond Odierno dan Prayuth pada Kamis (22/5/2014) lalu. Pejabat militer AS memiliki kontak langsung dengan Prayuth sejak hari pertama kudeta berlangsung. Karenanya, Odierno lah yang memanggil langsung Panglima Militer Thailand tersebut.

"Itu menjadi masuk akal, dia menjadi orang satu-satunya yang telah melakukan percakapan tersebut," ucapnya.

Amerika Serikat pun telah mengutuk aksi kudeta tersebut. Pihaknya juga tengah mengkaji bantuan kepada pihak Thailand. Pada hari Jumat (23/5/2014), Departemen Luar Negeri AS mengatakan sudah menghentikan bantuan militer sekitar US$ 3,5 juta termasuk bantuan pelatihan kepada Thailand.

Departemen Luar Negeri AS juga merekomendasikan warganya untuk menunda perjalanan ke Thailand, khususnya Bangkok karena sedang terjadi kerusuhan. (Reuters)
(LOV)