Dihadapan Pimpinan Muhammadiyah, Jokowi Bantah Anti Islam

Adhi M Daryono - 24 Mei 2014 11:31 wib
Jokowi saat temui mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif ((ANTARA/Regina Safri)
Jokowi saat temui mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif ((ANTARA/Regina Safri)
Metrotvnews.com, Samarinda: Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) memenuhi undangan PP Muhammadiyah dengan menghadiri Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5/2014). Dihadapan pimpinan Muhammadiyah, Jokowi bantah tudingan bahwa dirinya anti Islam.

“Ada yang bilang saya anti Islam, Islam yang mana?" tegasnya saat pidato di hadapan 400 lebih peserta Tanwir Muhhamadiyah, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5/2014).

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Jokowi juga menjawab tudingan adanya nama "Herbertus" di depan nama Joko Widodo yang belakangan menyebar di dunia maya. Jokowi pun membantah tuduhan tersebut.

“Sejak lahir nama saya Joko Widodo. Saya mau klarifikasi, katanya ada 'H' di nama depan saya yaitu Herbertus. Itu banyak itu di Twitter dan Facebook”, ujarnya yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam tersebut.

Selain dua hal tersebut, Jokowi juga dituding memiliki orang tua yang berasal dari Singapura. Menanggapi hal tersebut, Jokowi dengan santai mengatakan bahwa kedua orang tua dan kakek neneknya berasal dari desa Boyolali.

“Saya ini berasal dari keluarga desa, jadi saya ini wong ndeso. Kakek dan nenek saya dari dari sebuah desa di Boyolali, 30 km dari Kota Solo, sama bapak saya juga dari desa, dari Karanganyar yang jaraknya juga 30 km dari kota Solo. Katanya nama bapak saya ada Oey Oey-nya, berasal dari Singapura. Kok bisa orang ndeso dari Boyolali bisa pindah ke Singapura?” cetusnya.
LOV