Pembentukan Bank Sampah Induk Mendesak

   •    Kamis, 19 Jun 2014 07:54 WIB
Pembentukan Bank Sampah Induk Mendesak
Bank Sampah di Malang

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Pembangunan Kapasitas dan Bantuan Teknis Indonesia Solid Waste Assosiation (Inswa) Dini Trisyanti menilai kebutuhan akan dibentuknya bank sampah induk sangat mendesak. Pemerintah pun dinilai harus cepat tanggap.

"Pengelolaan bank sampah masyarakat ini kan sukarela. Pasti ada titik jenuhnya. Gawat kalau itu sampai terjadi karena masyarakat bisa enggan untuk mengelola sampah ini," kata Dini kepada Media Indonesia, Rabu (18/6/2014).

Menurut Dini, Pemerintah dituntut bertanggung jawab untuk mengkoordinir bank sampah masyarakat sekaligus menjembatani bank sampah dengan pengusaha di bisnis sampah. Sebab, kata dia, keberlangsungan bisnis pengelolaan sampah signifikan dalam memberikan insentif bagi masyarakat setempat.

Ia menyatakan bisnis pengelolaan sampah memerlukan keterampilan dan pengetahuan yang memadai, khususnya terkait negosiasi harga. Jika harga sampah bagus, pengurus bank sampah yang terdiri dari para sukarelawan bisa memperoleh keuntungan. Lain halnya jika harga sampah jatuh di pasaran, pengurus bank sampah kerepotan untuk menutup biaya operasi dari usaha bersama tersebut.

“Sehabis lebaran ini, misalnya, pasti pengepul banting harga. Alasannya macam-macam lah. Transportasi lagi susah atau memang ingin untung lebih supaya bisa pulang kampung,” terangnya lagi.

Hingga saat ini, bank sampah induk baru berjalan di Kota Malang, Jawa Timur. Inisiatif rendah tersebut ditengarai akibat tidak adanya kebijakan tertulis yang diatur pemerintah pusat. Pemerintah selama ini baru mengeluarkan PermenLH Nomor 13 Tahun 2012 tentang bank sampah masyarakat. Untuk itu, pihaknya mendorong agar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) membuat regulasi yang memadai terkait bank sampah induk.(Dinny Mutiah)
(TII)