2 Wartawan Prancis Diduga Terlibat Kelompok Bersenjata di Papua

   •    Selasa, 12 Aug 2014 15:05 WIB
papua
2 Wartawan Prancis Diduga Terlibat Kelompok Bersenjata di Papua
ilustrasi--ANTARA/Anang Budiono

Metrotvnews.com, Jayapura: Dua wartawan Prancis yang ditangkap polisi di Wamena pada pekan lalu terindikasi terlibat dalam kegiatan kelompok bersenjata di Papua.

Indikasi keterlibatan kedua wartawan Prancis yakni Thomas Charles Dandois dan Louise Marie Valentina Bourrat yang bekerja di Arte TV Prancis itu terungkap dari hasil liputannya yang terekam dalam handycam yang mereka bawa.

Wakil Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura, Selasa (12/8/2014) mengatakan dari hasil pemeriksaan di Imigrasi Jayapura, keduanya melakukan peliputan dan bertemu sejumlah kelompok bersenjata baik yang ada di Jayapura maupun di Wamena.

Bahkan, kata Brigjen Waterpauw, kedua jurnalis asing itu juga bertemu dengan mantan narapidana kasus makar yakni Forkorus Yoboisembut yang juga menjabat Ketua Dewan Adat Papua (DAP). Forkorus dihukum terkait kasus makar pada 2011 dan baru menghirup kebebasan 21 Juli lalu.

Brigjen Pol Waterpauw mengatakan bila kedua warga asing yang mengaku sebagai wartawan itu terbukti terlibat kegiatan kelompok bersenjta, Thomas dan Valentina dapat dijerat dengan undang-undang pidana yang berlaku di Indonesia, selain undang-undang keimigrasian.

"Kami masih terus melakukan koordinasi dengan Imigrasi mengingat apa yang dilakukan kedua jurnalis asal Perancis itu dapat menganggu keutuhan NKRI," kata Brigjen Pol Waterpauw.(Antara)


(PRI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA