Kader Partai Demokrat Dilarang Jadi Menteri Jokowi-JK

   •    Selasa, 26 Aug 2014 17:25 WIB
Kader Partai Demokrat Dilarang Jadi Menteri Jokowi-JK
Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan. (ANTARA-Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat melarang kadernya bergabung dengan kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Sebab, partai bentukan Susilob Bambang Yudhoyono itu mengambil sikap sebagai partai penyeimbang.

Penegasan tersebut dikemukakan Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan kepada wartawan di Cisarua, Bogor, Selasa (26/8/2014).

"Kami sudah tegas mengambil sikap sebagai partai penyeimbang. Begitupun dengan partai Koalisi Merah Putih," tegas Syarief Hasan.

Dengan sikap itu, jelas dia, Partai Demokrat tidak akan bergabung dengan kabinet pemerintahan mendatang. Kalaupun ada kader partai yang diminta mengisi posisi di kabinet, harus seizin ketua umum.

"Saya yakin izinnya tidak dikasih," ungkapnya.

Koalisi Merah Putih adalah parpol yang menjadi pengusung pasangan Prabowo-Hatta dalam Pemilhan Presiden (Pilpres) 2014. Berdasarkan perolehan kursi DPR, parpol yang tergabung dalam koalisi itu adalah Partai Gerindra (73 kursi), Golkar (91 kursi), PAN (49), PKS (40), dab PPP (39). Sehingga, di atas kertas, kekuatan koalisi itu di parlemen adalah 292 kursi (52,14%).

Adapun pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah PDIP (109 kursi), NasDem (35), PKB (47), dan Hanura (16), dengan total 207 kursi. (36,9%). (Heranof Al Basyir). (Muhammad Fauzi)
(HNR)