Pemerintah Diminta Dukung Penemuan Vaksin Ebola dari Tembakau

Fario Untung    •    Selasa, 02 Sep 2014 10:18 WIB
Pemerintah Diminta Dukung Penemuan Vaksin Ebola dari Tembakau
DOK-AIRC-UNAIR

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabar bahwa tembakau mampu menangkal virus ebola setelah diubah menjadi vaksin membuktikan tembakau merupakan komoditas penting. Oleh sebab itu, semua kalangan terutama pemerintah diminta terus meningkatkan komoditas tembakau untuk menopang perekonomian nasional.

Demikian hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Soemiran ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (1/9). 

Menurutnya, temuan tembakau yang dapat menjadikan vaksin ebola membuktikan justifikasi komoditas tembakau sebagai komoditi berbahaya sangat tidak tepat dan terbantahkan.

"Pengetahuan manusia sangat terbatas. Kini kita tahu di dalam tembakau justru mengandung unsur tak terduga yang berguna bagi umat manusia. Ini artinya tidak bisa menjustifikasi tembakau adalah produk yang negatif," tegas Ismanu ketika dikonfirmasi.

Sayangnya, ketika ada penemuan seperti ini, seringkali, pemerintah dalam ini Kementerian Kesehatan tidak pernah aktif. Kementerian ini justru sibuk berkampanye rokok itu pembunuh nomor satu. Padahal seringkali kampanye negatif itu tidak didasari dari hasil penyelidikan ilmiah.

"Seringkali kampanye negatif itu lebih bermotif kompetisi dagang, dengan target merusak pilar-pilar penyangga perekonomian negara, termasuk dalam hal ini tembakau," tegasnya.

Ia mengingatkan dari sisi ekonomi, tembakau memberi kontribusi kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga mencapai Rp110 triliun tiap tahun hanya dari cukai rokok Belum lagi pajak-pajak lainnya ataupun dari sisi penyerapan tenaga kerja. Ia juga yakin jika temuan tembakau mampu diubah menjadi vaksin harus didukung, dihargai sekaligus didorong.

"Jangan sampai temuan penting ini diabaikan karena kita lebih menghargai vaksin-vaksin yang diimpor dari luar negeri," sambungnya.

Ismanu menduga segala kampanye negatif terhadap tembakau berawal dari industri farmasi. Untuk itu, Ia berharap temuan tembakau  ini bisa diubah menjadi vaksin, agar terus diinformasikan, bahkan di dukung penuh. "Ini anugerah jadi harus dipromosikan disuarakan, karena secara ilmiah sangat masuk akal," tegasnya.

Sebelumnya, Guru Besar Bio Cell Universitas Brawijaya Malang Profesor Sutiman mengungkapkan, tembakau yang tumbuh di sejumlah wilayah di Tanah Air bisa untuk menangkal virus ebola yang saat ini sedang hangat diperbincangkan dan belum ada obatnya. 

"Virus ebola itu memang mirip penyakit HIV/AIDS yang masih belum ditemukan obatnya. Namun, untuk mencegah agar virus tersebut tidak sampai meluas, sebenarnya cukup mudah, yakni dengan tembakau yang diolah menjadi vaksin," kata Sutiman.

Selain dipakai untuk mengobati beberapa jenis penyakit, tembakau juga bisa dibuat menjadi vaksin untuk mencegah virus ebola. Khusus virus ebola, di dalam tanaman tembakau tersebut terdapat tobacco mosaic virus, dan itu bisa disisipi gen antibodi untuk antiebola. Jadi, kata dia, tanaman tembakau tersebut bisa memproduksi vaksin antiebola.

"Bayangkan, berapa juta orang yang harus divaksin. Itu kan binis. Padahal, pembuatan vaksinnya sangat mudah dan bahan bakunya dari tembakau yang tumbuh subur di Indonesia," pungkasnya. 

(ADF)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA