Kekeringan di Boyolali Sudah Masuk Kategori Darurat

   •    Selasa, 16 Sep 2014 14:48 WIB
kekeringan
Kekeringan di Boyolali Sudah Masuk Kategori Darurat
Warga melintasi kawasan Waduk Cengklik yang kekeringan Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: MI/Immanuel Antonius)

Metrotvnews.com, Boyolali: Bencana kekeringan akibat musim kemarau yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dinilai sudah masuk kategori darurat. Enam kecamatan itu adalah Musuk, Kemusu, Wonosegoro, Juwangi, Karanggede, dan Andong.

Kekeringan tersebut tidak hanya mengancam kelangsungan sektor pertanian, tetapi juga telah mengakibatkan warga di Kecamatan Musuk, Kemusu, dan Wonosegoro mengalami krisis air bersih.


"Oleh karena itu dibutuhkan upaya penanggulangan yang lebih terpadu dan berkesinambungan untuk membantu warga," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Purwanto, Selasa (16/9/2014).

Namun, Purwanto mengakui langkah tersebut cukup sulit dilakukan. Pasalnya, anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Boyolali terbatas, hanya Rp105 juta. Jalan satu-satunya adalah meminta bantuan dari Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB, menurut Purwanto, memiliki dana siap pakai yang bisa digunakan oleh daerah. Akan tetapi ada syarat cukup berat yang harus dipenuhi terlebih dulu oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk mendapatkannya.

Pemerintah Kabupaten Boyolali harus menetapkan status darurat kekeringan. Ini sulit, karena selain harus didasarkan pada evaluasi mendalam dan didukung oleh data-data yang valid dari pihak kecamatan, juga harus diperkuat rekomendasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).

"Kemarin kami sudah mengumpulkan camat dari enam kecamatan itu untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk kemudian diserahkan ke Bupati sebagai bahan pertimbangan," katanya. (Ferdinand)


(ADF)