​Catatan Panjang ICW terhadap Setya Novanto

Cahya Mulyana    •    Jumat, 03 Oct 2014 06:10 WIB
​Catatan Panjang ICW terhadap Setya Novanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai terpilihnya Setya Novanto menjadi Ketua DPR 2014-2019 pertanda buruk bagi pemberantasan korupsi dan perbaikan citra lembaga yang dipimpinnya. Pasalnya, politikus dari Fraksi Partai Golkar itu memiliki sejumlah dugaan kasus korupsi. 

"Dengan terpilihnya Setya Novanto menjadi Ketua DPR merupakan tanda dan peluang untuk melemahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Selain itu, Setya Novanto juga pertanda DPR akan semakin buruk citra bebas korupsi dan untegritasnya. Pasalnya, ia tidak akan mungkin meloloskan pimpinan KPK yang berniat mengusut kasus korupsi yang melibatkan dirinya," Wakil Koordinator ICW, Agus Sunaryanto dalam jumpa pers di Kantor ICW, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Menurut dia, Setya diduga kuat terlibat dalam kasus beberapa kasus korupsi sebagaimana catatan ICW. Kasus korupsi yang diduga melibatkan Setya, diantaranya, kasus korupsi Cessie Bank Bali, Electronik-KTP di Kementrian Dalam Negeri  yang diungkapkan mantan Wakil Bendahara Partai Demokrat, M Nazzarudin. 

"Juga nama Setya Novanto disebut juga terlibat dalam kasus pembangunan lapangan menembak PON (Pekan Olah raga Nasional) Riau 2012 dan terlibat penyelundupan impor beras 60 ribu ton dari Vietnam," kata Agus.

Setya, lanjut Agus, juga pernah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun kasus yang merugikan negara Rp 546 milliar itu hingga kini belum pernah secara resmi diputuskan status tersangka atas nama Setya Novanto. Kejagung pada 2009  hanya menyeret Wakil Direktur Utama PT Era Giat Prima,  Joko Tjandra.  "Kejaksaan Agung hingga kini belum menegaskan status hukum Setya Novanto dari tersangka," imbuh dia.

Selain itu, Setya juga disebut terlibat dalam sidang kasus pembangunan lapangan menembak PON Riau 2012 yang melibatkan Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal. "Pada putusan Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Riau dan Pengadilan Tinggi Pekanbaru disebutkan bahwa Setya Novanto terlibat dalam kasus itu. Pada kasus itu Setya Novanto dinyatakan telah menerima suap dari Rusli Zainal sebanyak Rp. 9 milliar," tegas dia. 

Tetapi beberapa kasus yang melibatkan Ketua DPR baru itu, sambungnya, tidak pernah ada lembaga penegak hukum yang menindaklanjuti keterkaitan dengan Setya Novanto. Track record Setya Novanto dalam beberapa kasus diatas, imbuh Agus, merupakan preseden buruk terhadap keberlangsungan pemberantasan korupsi. 
(OGI)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA