SBY Jelaskan Alasan 10 Tahun Jaga Jarak dengan KPU

   •    Selasa, 14 Oct 2014 13:22 WIB
pemilu 2014sby
SBY Jelaskan Alasan 10 Tahun Jaga Jarak dengan KPU
SBY menerima laporan Pemilu 2014 dari Ketua KPU Husni Kamil Manik/Setkab.go.id.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka rapat pimpinan Komisi Pemilihan Umum di Istana Negara Jakarta. Acara yang dihadiri seluruh ketua, wakil ketua dan sekretaris KPU provinsi dari seluruh Indonesia itu untuk mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan Pemilu 2014.

“Sepuluh tahun saya menjadi presiden, saya menjaga jarak dengan KPU dengan Bawaslu. Takut fitnah, jangan-jangan kekuasaan mengintervensi KPU,” kata Presiden SBY, Selasa (14/10/2014), seperti diunggah setkab.go.id. SBY membantah menghindari KPU.

Menurut UUD 1945 Bab VII B tentang Pemilihan Umum Pasal 22 e ayat 5, Pemilihan Umum diselenggarakan oleh sebuah Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional, tetap dan mandiri. Presiden menilai pada 2004, 2009, dan 2014 KPU dan KPUD telah benar-benar mandiri dan independen.

“Bagi yang paham, tidak mungkin SBY bisa mempengaruhi KPU. Tapi sekali lagi bagi yang belum memahami pasti ada kecurigaan. Jadi teman-teman KPU dan KPUD kalau saya mengambil jarak itu bukan berarti saya kurang dekat sama mereka. Justru saya ingin mengamankan KPU dan KPUD supaya tidak dianggap pro-presiden yang sedang menjabat,” kata SBY.

Saat ini tidak ada yang bisa memfitnah. “Sekarang siapa yang mau menfitnah, tinggl empat hari lagi saya jadi presiden, terus saya pensiun, saya sudah jatuh tempo. Jadi sah hukumnya bertemu saudara-saudara semua,” kata SBY.

SBY kemudian mengisahkan pengalaman pahit sesaat setelah KPU mengumumkan hasil pemungutan pemilihan presiden dan wakil presiden 2014.

“Pak SBY demi keselamatan bangsa, bapak harus berani menolak keputusan KPU. Tolong diperpanjang (masa jabatan presiden) satu tahun lagi. Kalau perlu pilpres diuangi lagi. Saya katakan, tidak pernah ada siapapun presidennya, termasuk menteri, termasuk gubernur, bupati, walikota menolak KPU,” kata SBY.

Hadir antara lain Menkopolhukam Djoko Suyanto, Kapolri, dan jajaran KPU. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, rapat untuk menyamakan dan membangun sinergi antar-penyelenggara pemilu. Kepada Presiden SBY, Husni Kamil Manik menyerahkan buku Pokok-pokok Laporan Penyelenggaraan Pemilu 2014.


(DOR)

IDI: Pemeriksaan Kesehatan Setnov Sudah Sesuai Kaidah Kedokteran

IDI: Pemeriksaan Kesehatan Setnov Sudah Sesuai Kaidah Kedokteran

46 minutes Ago

IDI menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan Setya Novanto untuk second opinion berdasarkan kaid…

BERITA LAINNYA