Jejak Panjang Kekerasan FPI

   •    Kamis, 13 Nov 2014 16:46 WIB
fpi
Jejak Panjang Kekerasan FPI
ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Front Pembela Islam (FPI) kini tengah berseteru dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama. FPI tak mau Ahok memimpin DKI Jakarta. Kalau pemerintah nekat melantik Ahok jadi DKI-1, FPI berteguh akan menunjuk gubernur tandingan.

Tapi, sejatinya bukan baru kali ini FPI berulah. Dan, celakanya, hampir semua aksi FPI selalu berujung rusuh. Banyak kalangan mengecam, bahkan Ahok terang-terang hendak memberangus organisasi massa itu. Faktanya, sampai detik ini, FPI masih berkibar.

Berikut jejak aksi FPI:

1. Kekerasan Massa Beratribut FPI di Jabotabek 2006-2008

* September 1999, Laskar Pembela Islam menutup tempat perjudian di Petojo Utara serta tempat pelacuran di Ciputat dan Tanahabang.

* 20 April 2003, Rizieq ditahan karena dianggap menghina kepolisian lewat dialog di SCTV dan Trans TV. Ia sempat dibawa kabur pendukungnya, tapi akhirnya divonis tujuh bulan kurungan.

* 27 Juni 2005, FPI menyerang acara kontes Miss Waria di Gedung Sarinah Jakarta.

* 12 April 2006, Massa merusak kantor Majalah Playboy Indonesia di Gedung ASEAN Aceh Fertilzer. Mereka menghancurkan kaca-kaca gedung. Dua polisi terluka.

* 20 Mei 2006, Penggrebekan 11 lokasi yang dianggab sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek,
Jalan Masjid AT-Taqwa RT02/06, Jati Sampurna, Pondok Gede, Bekasi. Aksi berakhir dengan perusakan tempat hiburan.

*21 Mei 2006, FPI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon, yang menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi.

* 29 Maret 2007, Serangan terhadap massa Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) yang sedang menyampaikan aspirasinya di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta.

* 28 September 2007, Ratusan anggota FPI bentrok dengan polisi saat personel Polres Jakarta Pusat membubarkan konvoi sepeda motor sekitar 600 anggota FPI. Konvoi tak berizin.

* 1 Juni 2008, Menyerang peserta aksi damai Aliansi Kebangsaan untuk kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Lapangan Monas. Sebanyak 12 orang terluka dan harus dibawa di rumah sakit.

* 4 Juni 2008, Rizieq dan 59 pengikutnya diciduk di markasnya.

2. Aksi Koboi Pembela Agama

* 27 Juni 2005, Kontes Miss Waria di Gedung Sarinah Jakarta, dibubarkan Front Pembela Islam.

* 12 April 2006, FPI menyerang kantor majalah Playboy.

* 21 Mei 2006, FPI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon, yang menolak Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi.

* 29 Maret 2007, FPI membubarkan massa Partai Persatuan Pembebasan Nasional di Jakarta karena dianggap pro-komunis.

* 1 Juni 2008, Pawai damai Aliansi Kebangsaan di Monas diserang massa FPI.Sejumlah orang terluka parah.

* 2 September 2009, FPI bersama Front Anti Komunis memprotes Jawa Pos karena menulis seorang tokoh pertempuran Surabaya,yang diduga beraliran komunis.

* 28 September 2010, FPI memaksa penghentian Festival Film Q, yang bertema gay, lesbian, dan transeksual di Pusat Kebudayaan Belanda.

* 2 Mei 2011, FPI Jakarta menuntut penghentian penayangan Film Pocong Mandi Goyang Pinggul, yang dibintangi artis porno Hollywood, Sasha Grey.

3. Jejak Kekerasan FPI

* 9 Oktober 2011, FPI berdemonstrasi di depan kedutaan Amerika Serikat dengan merobohkan barikade kawat berduru dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta mariam air.

* 15 Oktober 2011, FPI terlibat bentrokan dengan aparat Polda Metro Jaya di Jalan Petamburan III Jakarta.

* 7 November 2011, Bentrokan antara Laskar Jihad dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

* 15 Maret 2002, Satu truk massa FPI mendatangi diskotek di Plaza Hayam Wuruk. 300 massa FPI merusak sebuah tempat hiburan di Jalan Satrio Karet Jakarta.

* 24 Maret 2002, Puluhan anggota FPI mendatangi sebuah diskotek di Ciputat dan menuntut agar diskotek menutup aktivitasnya.

* 24 Mei 2002, Puluhan massa FPI menggerebek gudang minuman di Jalan Petemburan VI Tanahabang, Jakarta Pusat.

* 26 Juni 2002, Massa FPI merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa.

* 4 Oktober 2002, Sweeping ke tempat-tempat hiburan.

* 22 Mei 2003, Koordinator lapangan laskar FPI Tubagus Sidik bersama sepuluh anggota laskar FPI menganiaya seorang pria di jalan tol dan mereka ditangkap 23 Mei 2005.

* 27 Juni 2003, FPI menyerang kontes miss waria di Gedung Sarinah Jakarta.

* 5 Agustus 2003, FPI dan FUI mengancam akan menyerang Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan Kayu

* 16 Oktober 2003, FPI mengusir jemaah yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur

* 18 Oktober 2003, Anggota FPI membawa senjata tajam saat berdemo do Polres Metro Jakarta barat.

* 2 Agustus 2003, Dewan Pimpinan wilayah FPI Kabupaten Purwakarta Jawa barat meminta pengelola sebuah taman kanak-kanak menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan.

* 22 September 2003, FPI memaksa agar pameran foto bertajuk "Urban/culture" di Mesuem Bank Indonesia Jakarta agar ditutup.

* 23 Oktober 2003, FPI kembali menghalangi jemaah yang akan melaksanakan kebaktian dan terjadi dorong-mendorong, aparat keamanan hanya menyaksikan.

* 19 Februari 2006, Ratusan massa FPI berunjuk rasa ke kantor kedutaan besar Amerika Serikat dan melakukan kekerasan.

* 14 Maret 2006, FPI membuat ricuh di Pendopo Kabupaten Sukoharjo.

* 12 April 2006, FPI menyerang dan merusak kantor majalah Playboy.

* 20 Mei 2006, Anggota FPI menggerebek 11 lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek Pondok Gede.

* 21 Mei 2006, FPI, MMI, HTI dan FUI mengusir KH Abdurrahman Wahid dari forum dialog lintas etnis dan agama di Purwakarta, Jawa Barat.

* 25 Mei 2006, FPI Bekasi mengepung kantor Polres Metro Bekasi.

* 20 Juni 2006, Sejumlah anggota FPI terlibat bentrok dengan anggota Forum Betawi Rempug (FBR) di Jalan Kramat Lontar Paseban Senen, Jakarta Pusat.

* 29 Maret 2007, Massa FPI menyerang massa Papernas yang rata-rata kaum perempuan di kawasan Dukuh Atas.

* 29 April 2007, Massa FPI mendatangi acara pelantikan pengurus Papernas Sukoharjo.

* 12 September 2007, FPI merusak rumah tempat berkumpul aliran Wahidiyah, karena dianggap sesat.

* 1 Juni 2008, Massa menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang sedang memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Monas

Periode 2008-2010, Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan pada 2008 terdapat 8 kasus kekerasan yang dilakukan FPI dan FBR. Pada 2009 terdapat 40 kasus kekerasan oleh FPI, FBR, dan Barisan Muda Betawi (BMB), dan pada 2010 terdapat 49 kasus oleh FPI dan FBR.


(ICH)