Yuk! Menjaga Sungai, Mengantisipasi Banjir

   •    Jumat, 21 Nov 2014 18:08 WIB
banjir jakarta
Yuk! Menjaga Sungai, Mengantisipasi Banjir
Direktur Bina Operasi dan Pemelihara Sumber Daya Air Kementerian PU-PERA Hari Suprayogi saat wawancara di salah satu radio. Dok. Kementerian PU-PERA

Metrotvnews.com, Jakarta: Musim hujan di Jakarta diperkirakan akan tinggi pada minggu ketiga Januari 2015. Melihat dari tahun-tahun sebelumnya, Ibu Kota Republik Indonesia ini masih rawan banjir.

Membaca situasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) sejak dini mulai mengantisipasi agar dampak banjir dapat dikurangi, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Direktur Bina Operasi dan Pemelihara Sumber Daya Air Kementerian PU-PERA Hari Suprayogi mengatakan, permasalahan banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan beberapa faktor, seperti laju pertumbuhan urbanisasi yang mengambil alih tata guna lahan hingga di bantaran sungai, penurunan muka tanah, hingga sampah pada drainase dan sungai. Hal ini tentu saja mengancam keberlanjutan sungai.

"Banjir diakibatkan volume air yang melebihi kapasitas badan sungai, sehingga meluber dan menggangu aktivitas manusia. Sempadan sungai yang diambil alih untuk hunian telah mengancam keberlanjutan sungai, untuk itulah mari kita menjaga sungai kita," jelas Hari dalam dialog di salah satu radio di Jakarta.

Wilayah di DKI Jakarta masih berpotensi rawan genangan banjir. Tercatat 78 genangan banjir yang tersebar seperti di wilayah Kapuk Kamal Muara, Komplek IKPN Bintaro, Petogogan, Cempaka Putih, Kepala Gading, hingga Cipulir, Ciledug Raya. Kementerian PU-PERA, melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mengantisipasi dengan melakukan penanganan makro pengendalian banjir.

"Upaya yang kita lakukan yaitu mulai melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Pesanggrahan, Sungai Angke, dan Sunter, peningkatan kapasitas Kanal Banjir Barat, penambahan daun pintu Pintu Air Manggarai, hingga melakukan pembangunan sudetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur," imbuh Hari.

Penanganan makro pengendalian banjir ini juga perlu didukung upaya-upaya non fisik, seperti penghijauan di daerah hulu, penataan sempadan sungai, hingga membangun ruang terbuka hijau.

"Pembangunan infrastruktur pengendali banjir itu bertujuan untuk mengurangi dampak resiko banjir, kita sebagai masyarakat dapat melakukan upaya-upaya agar banjir tidak mengganggu aktivitas kita, hal yang dapat dilakukan adalah dengan membangun sumur resapan di rumah-rumah, atau jikalau tidak ada pekarangan luas dengan membuat lubang-lubang biopori, selain itu hal yang penting dan harus kita ubah mindset-nya dalah dengan tidak membuang sampah ke sungai, buanglah sampah pada tempat sampah, dengan melakukan hal tersebut kita berkontribusi dalam mengurangi resiko banjir," terangnya.(Adv)


(AND)