Cherrybelle, Miras Maut dari Cileunyi

Eriez M Rizal, Sonny Budhi Ramdhani, Kristiadi    •    Kamis, 04 Dec 2014 19:45 WIB
miras
Cherrybelle, Miras Maut dari Cileunyi
Polisi menunjukkan barang berbagai jenis minuman keras dan oplosan saat gelar perkara di Mapolres Magelang, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2014). ANT/Anis Efizudin

Metrotvnews.com, Bandung: Minuman keras oplosan menjadi penyebab tewasnya puluhan orang di Sumedang dan Garut, Jawa Barat. Miras oplosan yang ditenggak korban berjenis dan berharga sama.

Para pemuda Garut menyebut miras oplosan itu Cherrybelle. Miras itu dijual Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per per satu liter dalam kemasan plastik.

Terakhir, miras oplosan itu merenggut 10 nyawa pemuda di Sumedang dan 15 laki-laki di Garut. Puluhan orang lainnya masih dirawat di rumah sakit dua daerah itu.

Miras oplosan yang menewaskan warga Jabar itu diduga disuplai dari sebuah gudang di Perumahan Manglayang Regency, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Dugaan muncul setelah anggota Polres Bandung menggerebek gudang tersebut, hari ini.

Polisi masih melakukan penyidikan dan pengembangan kasus pembuatan dan peredaran miras tersebut. Mereka juga menengarai miras dari gudang di bawah kaki Gunung Manglayang itu beredar ke Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.

"Apakah miras oplosan di gudang tersebut menyuplai miras oplosan ke Garut dan Sumedang yang menelan korban jiwa? Kami masih melakukan pengembangan penyidikan," kata Kasat Narkoba Polres Bandung Ajun Komisaris Budi Nurianto di Bandung, Kamis (4/12/2014).

Polisi juga membekuk pemilik gudang bernama Alex Tarigan, 20. Alex masih dalam pemeriksaan intensif.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, Alex yang ditetapkan sebagai tersangka dikenakan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman 2 tahun penjara," kata Alex.

Tak ketinggalan, sejumlah barang bukti pun diangkut seperti 1.200 botol miras oplosan serta bahan baku pembuat minuman seperti miras bermerek mention, arak, zat pewarna, alkohol 90%.

Sebagian besar korban merasakan kejang-kejang, sesak napas, muntah-muntah, dan pandangan mata kabur sehabis menenggak miras oplosan itu.

Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Slamet, dr Irwan Setiadi, mengatakan 15 korban asal Garut tewas akibat overdosis miras oplosan. Korban tewas mengalami peradangan pembuluh darah dan terkandung zat beracun yang menyerang sistem syaraf korban.


(JCO)