Yenny Wahid Harap Insiden Charlie Hebdo tak Dikaitkan dengan Isu Agama

Husen Miftahudin    •    Jumat, 09 Jan 2015 01:52 WIB
charlie hebdo
Yenny Wahid Harap Insiden Charlie Hebdo tak Dikaitkan dengan Isu Agama
Yenny Wahid - MI/Panca syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid mengecam aksi brutal yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal terhadap kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Perancis. Menurut dia, kejadian yang menewaskan 12 orang tersebut merupakan aksi yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ia berharap masyarakat Indonesia tidak terprovokasi untuk mengaitkannya sebagai masalah agama.

"Tindakan brutal ini tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun, termasuk alasan agama. Hal ini harus dilihat dengan jernih dan tidak mengaitkannya sebagai masalah agama," ucap Yenny dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (8/1/2014) malam.

Ia menyebut, pelaku teror berupaya untuk menciptakan opini kepada masyarakat dunia bahwa serangan tersebut dilatarbelakangi oleh isu agama. Namun ia meminta kepada semua umat untuk tidak terpancing agar suasana yang saat ini telah terbangun tak lagi menjadi keruh.

"Baru-baru ini kita tersentak oleh insiden Sydney. Setelah penyanderaan itu, kita bergandengan tangan dan menunjukkan kepada dunia bahwa jalan damai adalah yang terbaik. Tapi, kita hanya tenang sebentar. Penyerangan di Paris terjadi. Dan kini, kita harus berjuang lagi, untuk menunjukkan bahwa perdamaian akan selalu menang," ujar Yenny.

Maka itu ia menghimbau kepada semua pihak untuk mengedepankan dialog dan mengutamakan jalan damai. "Lebih dari itu, kita harus menunjukkan kepada teroris dan kelompok-kelompok ekstrem di luar sana bahwa semangat kita akan perdamaian lebih besar dari kebencian yang mereka kobarkan," tutup Yenny.

Sebelumnya, Kantor majalah satire Charle Hebdo diserang dua pria bersenjata pada Rabu (7/1/2015). Serangan tersebut mengakibatkan 12 orang tewas, dua di antaranya merupakan polisi. Sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut laporan, dua pria pelaku tersebut menggunakan senjata Kalashnikov dan peluncur roket untuk menyerbu gedung dan melakukan penembakan membabi-buta. Pelaku kemudian melarikan diri sambil terus menembakkan senapannya.


(REN)