Hama Tikus Serang Ratusan Hektare Sawah di Tasikmalaya

Kristiadi    •    Selasa, 27 Jan 2015 16:03 WIB
hama tikus
Hama Tikus Serang Ratusan Hektare Sawah di Tasikmalaya
Sejumlah petani dibantu anak-anak melakukan pengendalian hama tikus di areal sawah Desa Lemah Duhur, Kecamatan Tempuran, Karawang, Jabar, Senin (23/6/2014). ANT/M Ali Khumaini

Metrotvnews.com, Tasikmalaya: Hama tikus menyerang lahan seluas 200 hektare di 17 Kecamatan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Akibatnya, petani terancam gagal panen lantaran tunas habis digigit makhluk pengerat itu.

"Kami masih berupaya melakukan penanggulangan hama yang menyerang lahan pertanian berada di 17 kecamatan. Karena lahan tersebut mengalami kerusakan secara sporadis," kata Kepala Bidang Produksi Padi Palawija dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Heti Heryati, Selasa (27/1/2015).

Heti mengatakan, para petani melaporkan serangan hama tikus biasa terjadi malam hari. Adapun ciri-ciri padi yang diserang hama tikus tersebut berwarna kuning melingkar pada bagian sawah. Lama-lama tunas akan mati karena telah mengalami gigitan tikus dan bisa mengakibatkan gagal panen sedang dan ringan.

Kerusakan lahan pertanian itu terjadi di Kecamatan Karangnunggal, Sodonghilir, Salawu, Cigalontang, Puspahiang, Taraju, Jatiwaras, Mangunreja, Leuwisari, Sukahening, Jamanis, Kadipaten, Padakembang, Singaparna, Bojonggambir, Manonjaya, dan Rajapaloh. Heti berharap, petani yang memiliki lahan persawahan harus secepatnya menebarkan racun tikus dan belerang agar pernafasan tikus tidak bisa bergerak.

"Kerusakan yang paling banyak berada di Kecamatan Cigalontang, Salawu, dan Leuwisari. Sedangkan serangan itu berada pada strukur lahan berair yang menyerang lahan persawahan pada usia 40 hari," kata Heti.

Hama tikus juga menyerang lahan persawahan seluas 8 hektare di Cimeyeti, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. "Ada 8 hektare lahan milik petani rusak dan 10 hektarenya terancam serangan hama tikus," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Kota Tasikmalaya, Dedi Supriadi, di tempat lain.

Ketua Gapoktan Kota Tasikmalaya, Uyung, mengungkapkan, pihaknya meminta para petani berada di 10 kecamatan untuk tetap waspada serangan hama tikus. Karena serangan itu bisa mengakibatkan gagalnya produksi padi tahun ini.

"Kami meminta para petani agar  waspada terhadap serangan hama tikus, wereng dan lainnya," ungkapnya.
 


(JCO)