Ahok: Saya Pasang Nyawa Saya untuk Jakarta

Wanda Indana    •    Kamis, 05 Feb 2015 10:11 WIB
ahok
Ahok: Saya Pasang Nyawa Saya untuk Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melantik 279 Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi anggota Inspektorat DKI. Ahok berharap, Inspektorat dapat bekerja mengawasi PNS yang malas bekerja dan hobi meminta upeti kepada warga.

Harapan itu disampaikan Ahok saat memberikan arahan pada acara penandatanganan Pernyataan Komitmen dan Penyampaian Program Kerja Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015 di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2015).

"Anda mau apalagi punya gubernur seperti saya? Gaji dirut aja di atas Rp100 juta, gaji saya tujuh jutaan, saya tidak korupsi lho. Saya di sini cuma numpang aja, numpang cari makan aja. Jadi, anda tidak ada alasan untuk tidak menjalankan program kita. Saya pasang badan lho buat anda semua. Kasarnya kalau keluarga saya bilang saya pasang nyawa saya untuk Jakarta ini," ujar Ahok.

Ahok mengatakan, menjadi Gubernur DKI tidaklah mudah. Sebab, ia mengaku selalu ada saja yang menghambat program-program Pemprov DKI. Bahkan, lanjut Ahok, tak jarang dirinya dan keluarganya mendapat ancaman dari orang yang tak dikenal karena sikapnya yang tegas membasmi korupsi dan membawa Jakarta ke arah yang lebih baik.

"Kalau sembrono, orang bisa dendam sama saya, saya juga menaruhkan nyawa kelurga saya juga. Makanya ibu saya bilang, enggak gampang jadi ibunya Ahok. Kita semua diancam kalau sudah kayak gini. Tapi, kalau tidak bekerja seperti ini kapan beresnya Jakarta. Jadi, bagi saya tidak ada alasan bapak ibu untuk tidak membikin Jakarta baru. Tidak ada alasan," tegasnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu memiliki harapan yang besar kepada Inspektorat DKI yang baru dilantiknya tersebut untuk benar-benar bekerja mengawasi kinerja PNS Pemprov DKI. Pasalnya, Inspektorat merupakan ujung tombak keberhasilan Pemprov DKI dalam mewujudkan Jakarta bersih dari korupsi.

"Masa saya sudah pasang badan, anda masih cari alasan, itu namanya ngeles. Saya harap inspektorat ini betul-betul menjaga PNS tidak ada lagi yang 'main'. Kalau ketemu (yang bermain) gimana? Lapor sama saya, kita akan stafkan," tegasnya.


(LOV)