Kawasan Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir

Thomas Harming Suwarta    •    Senin, 09 Feb 2015 15:05 WIB
banjir jakarta
Kawasan Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir
Pengendara sepeda motor melintasi banjir di Kawasan Kelapa Gading Jakarta, Jumat (23/1/2015). Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, tergenang banjir dengan ketinggian mencapai 50 hingga 80 cm. Arus lalu lintas kendaraan di daerah tersebut pun lumpuh.

Seperti Kendaraan yang melintas di Jalan Boulevard Barat nampak melawan arus melalui bahu jalan depan Mal of Indonesia (MoI) karena jalan di depan Balai Samudera sudah tidak bisa dilalui oleh mobil sekalipun.

Anggota Satlantas Jakarta Utara yang sedang mengatur lalu lintas di Jalan Boulevard Barat, Aiptu Sinurat mengatakan, pihaknya hanya bisa membantu pengguna kendaraan untuk tertib berlalu lintas.

"Kami informasikan kondisi di Jalan Boulevard Barat ini tidak bisa diakses lagi oleh kendaraan," kata Sinurat, Senin (9/2/2015).

Banjir juga terjadi di Jalan Yos Sudarso dengan ketinggian air mencapai 10-20 cm, Jalan Plumpang Semper, dan Jalan Boulevard Raya.

Rendi, 25, salah seorang pengendara mengatakan akses menuju kawasan perkantoran Kelapa Gading lumpuh total karena ketinggian genangan mencapai 50 cm.

"Motor saya saja tidak mampu melintas, sekarang malah mogok dan harus cari bengkel," ujar Rendi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara, Iyan Sofyan Hadi, mengaku sudah mengerahkan sebagian besar personel ke lokasi yang genangan banjirnya tinggi.

"Kami juga pantau kondisi tanggul Kali Sunter yang luber, kalau memang mengkibatkan genangan di jalan semakin meninggi, maka akan kami tinggikan menggunakan karung pasir," ujar Iyan.

Iyan mengungkapkan sebanyak 600 personel satpol PP dan 60 kendaraan operasional Satpol PP dikerahkan untuk memantau dan mengevakuasi terhadap warga yang lokasi rumahnya tergenang banjir.

"Kami imbau agar masyarakat yang rumahnya tergenang banjir tinggi untuk mengungsi di lokasi penampungan yang sudah disiapkan di kantor kelurahan dan kecamatan," pungkas Iyan.


(TRK)