Jaksa Agung: Indonesia Memang Darurat Narkoba

LB Ciputri Hutabarat    •    Rabu, 11 Mar 2015 13:10 WIB
eksekusi mati
Jaksa Agung: Indonesia Memang Darurat Narkoba
Jaksa Agung H.M. Prasetyo.MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia sudah masuk taraf darurat narkoba. Peredaran narkoba di Tanah Air, tergolong masif dan dampak dari kejahatan itu sangat luar biasa.

"Indonesia darurat narkoba. Apa yang kita lakukan ini (eksekusi mati-Red.) kan untuk menyelamatkan masa depan bangsa," kata Jaksa Agung H.M. Prasetyo kepada Metrotvnews.com, baru-baru ini.

Prasetyo mengatakan, merujuk data tahun kemarin ada 4 juta penduduk usia produktif di Indonesia jatuh dalam perangkap narkoba. Dari jumlah itu, 1,4 juta pemakai sudah tak bisa diapa-apakan. Sudah parah.

"Jumlah pencandu diperkiran bertambah pada tahun ini," kata Prasetyo.

Lebih parah dari itu, tambah Prasetyo, 47 persen pasokan narkoba untuk Asia Tenggara, ternyata berasal dari Indonesia. Jadi, lumrah kalau Indonesia menerapkan hukum sangat ketat untuk kejahatan narkoba.

"Kita lakukan semua ini supaya pemasok berpikir ulang untuk menyuplai narkoba ke Indonesia. Mereka tidak berani macam-macam karena tahu konsekuensinya," beber Prasetyo.

Indonesia termasuk keras terhadap kejahatan narkoba. Enam terpidana mati kasus narkoba sudah dieksekusi di Lapas Nusakmbangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada 18 Januari 2015.

Mereka adalah Marco Archer Cardoso, Ang Kiem Soei alias Tommy Wijaya, Rani Andriani alias Melisa Aprilia, Namaona Denis, Daniel Enemuo, dan Tran Thi Bich Hanh.

Sepuluh terpidana lainnya kini tinggal menunggu waktu untuk dieksekusi mati. Mereka masing-masing Andrew Chan (Australia), Syofial alias Iyen bin Azwar, Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina), Myuran Sukumaran alias Mark (Australia).

Enam terpidana lainnya Harun bin Ajis, Sargawi alias Ali bin Sanusi, Serge Areski Atlaoui (Prancis), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Zainal Abidin, Raheem Agbaje Salami, dan Rodrigo Gularte (Brasil).


(ICH)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA