Anjing Indonesia Ini Berhasil Temukan 9 Korban Gempa Nepal

Ilham wibowo    •    Kamis, 07 May 2015 08:31 WIB
gempa nepal
Anjing Indonesia Ini Berhasil Temukan 9 Korban Gempa Nepal
Tim SAR Dog Jakarta Rescue (SDJR). metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada dua binatang yang berjasa menemukan sejumlah korban gempa di Nepal yang terjadi pada Sabtu (25/4/2015) lalu.

Mereka adalah Alfa dan Delta. Keduanya tergabung dalam Tim SAR Dog Jakarta Rescue (SDJR) yang dikirimkan pemerintah Indonesia untuk membantu evakuasi korban gempa di Nepal.

Alfa dan Delta berhasil menemukan delapan korban yang tertimbun di reruntuhan sebuah hotel di Khatmandu, Nepal. Bahkan, keduanya berhasil menyelamatkan satu korban dalam keadaan kritis.

Penemuan itu mengejutkan karena sebelumnya wilayah Balaju, yang menjadi tempat ditemukannya korban, dinyatakan sudah clear (semua tewas). Apalagi, sebanyak 40 rumah sudah luluh lantak.

"Namun, kami melakukan assesment (penilaian), ternyata masih ditemukan satu orang yang kritis di hari keenam pencarian," kata pawang anjing pelacak SAR Dog Jakarta, Fitriana, ditemui Metrotvnews.com, di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (6/5/2015) malam.

Ia mengatakan, dalam mencari korban di bawah reruntuhan, anjing paling membantu. Hidung mereka mampu menghidu hingga 40 kali lebih peka dari penciuman manusia.

Tim Sar Dog Jakarta membawa tiga orang pawang beserta tiga ahli medis saat diminta membantu evakuasi korban gempa di Nepal. Tim bertolak menuju lokasi bencana pada 28 April menggunakan pesawat komersial dan baru pulang tadi malam.

"Jadi, kami memberikan bantuan medis dan bantuan anjing pelacak. Kami bawa dua anjing pelacak dari Jakarta berjenis golden retriver," tutur Fitriana.

Dalam pencarian, Delta hanya buruh kurang dari 10 menit untuk menemukan korban. Ketika ia menemukan korban, mendadak ia menyalak, kemudian bergerak mundur dan kembali menggonggong saat maju melangkah.

"Jika (korban masih) hidup biasanya anjing menggonggong 10 kali. Jika korban telah tewas, anjing menggonggong lalu menunduk sambil mundur," kata Fitriana.

Fitriana menjelaskan timnya tidak bertugas mengevakuasi jasad korban. Mereka hanya meneruskan kabar penemuan mayat ke pihak yang berwenang.

"Nggak bisa kita ambil korban yang meninggal. Karena mayat itu juga sudah agak lama. Selain berbahaya untuk anjing, untuk manusia juga berbahaya. Akhirnya kita kasih patok saja (lokasi) itu," tuturnya.
 


(UWA)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

4 hours Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA