Sumsel Minta Pemerintah Pusat Danai Pembangunan LRT Rp7,2 Triliun

Intan fauzi    •    Rabu, 26 Aug 2015 12:33 WIB
pembangunan
Sumsel Minta Pemerintah Pusat Danai Pembangunan LRT Rp7,2 Triliun
Nasrun Amir. Foto: MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan butuh uang Rp7,2 triliun untuk membangun Light Rapid Transit (LRT). Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Amir, menilai pemerintah harus bertanggung jawab atas menyediakan dana itu.

"Saya kembalikan pada falsafah bahwa transportasi masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah," kata Nasrun di kantornya, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (25/8/2015).

Nasrun pernah bertemu beberapa investor. Namun, ia tak yakin investor bisa menyelesaikan proyek LRT tepat waktu. "Tadinya empat tahun mencoba, tapi jalan di tempat. Kami mencoba mengundang investor tapi karena projek ini kelihatannya tidak profitable sehingga maju mundur," ujarnya.

Karena itu Nasrun tak berharap pada investor. Ia meminta Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin konsultasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Konsul ada kemungkinan dibiayai pemerintah pusat melalui APBN atau melalui penugasan pada BUMN," kata dia.

Nasrun menjelaskan akan ada dua pilihan skema pembangunan LRT, build transfer operation (BTO) dan public private partnership (PPP). "Dibuat dulu oleh BUMN, dibeli kembali pemerintah pusat dan dikelola pemerintah pusat," ujar Nasrun menerangkan soal skema build transfer.

"Skema kedua private public partnership. Tapi tidak murni swasta, dilakukan penugasan kepada beberapa BUMN, mereka yang mengelola. Masyarakat mau yang mana monggo yang penting barang ada di kami dan bisa membantu masyarakat Sumatera Selatan."


(TRK)